Kamis, 12 Januari 2012

Saat Si Kecil Tumbuh Gigi

Proses tumbuh gigi bisa menjadi saat paling tidak mengenakkan bagi si kecil.
Masa tumbuh gigi bisa membuat bayi atau buah hati Anda merasa tidak nyaman. Tapi kondisi tersebut adalah proses alami pada masa pertumbuhannya dan tak perlu dikhawatirkan.

Dalam www.dentalfind.com dijelaskan, gigi pertama bayi umumnya tumbuh pada usia 6 bulan. Tapi bisa juga tumbuh sebelum atau sesudah usia tersebut. Hal itu tergantung faktor genetik dan gizi. Biasanya gigi pertama bayi tumbuh di tengah, bisa gigi atas atau pun bawah. Yang tumbuh belakangan adalah geraham.

Pada saat proses tumbuh gigi, bayi menjadi lebih rewel. Tingkat emosionalnya menjadi tidak stabil, ia juga moody dan gampang tersinggung. Masa istirahatnya pun sering terganggu karena ia sulit tidur dan sering terbangun di malam hari.

Yang mungkin paling mengkhawatirkan para ibu adalah ketika bayi menjadi susah makan. Proses tumbuh gigi membuat gusi dan mulutnya sakit sehingga ia tak bernafsu makan.

Banyak mitos salah mengenai tumbuh gigi yang beredar. Misalnya saja bayi pasti mengalami demam saat tumbuh gigi. Menurut Michel Cohen, seorang dokter anak dari New York, tumbuh gigi tidak menyebabkan demam. Tidak ada penjelasan secara fisiologis yang menerangkan hubungan kedua hal tersebut. Kemungkinan demam terjadi karena bayi menggigit benda-benda yang tidak higienis sehingga menyebabkan infeksi di gusi.

Pada masa tumbuh gigi, bayi memang senang menggigiti barang-barang. Hal itu mereka lakukan untuk mengurangi rasa sakit di gusi akibat tekanan gigi yang akan tumbuh.

Berikut ini hal yang perlu Anda lakukan saat si kecil mulai tumbuh gigi.

- Untuk mengurangi rasa sakit di gusi, lakukan pemijatan pada gusi bayi dengan waslap yang dibasahi air hangat.
- Agar ia tak menggigit barang sembarangan, sediakan mainan khusus yang aman (bebas zat kimia berbahaya dan tidak melukai gusi). Rendam terlebih dahulu mainan dengan air panas untuk mematikan kuman dan bakteri.
- Saat giginya sudah mulai muncul, biasakan membersihkan gigi dengan sikat berbulu lembut setiap mandi, selesai makan, dan menjelang tidur. Hal ini akan melatihnya membiasakan diri menggosok gigi sejak dini.
- Sebelum buah hati Anda berusia dua tahun, menggosok gigi tak perlu menggunakan pasta gigi. Cukup menggunakan air hangat.

• VIVAnews
Selengkapnya...

Minggu, 01 Januari 2012

Manfaat Air Kelapa untuk Ibu Hamil secara Ilmiah

Air kelapa aman dan baik dikonsumsi selama hamil

Ada mitos yang mengatakan bahwa ibu hamil harus banyak-banyak meminum air kelapa muda supaya bayinya sehat. Sebagai manusia yang tinggal di kepulauan dan memiliki hamparan pohon kelapa di setiap pinggir pantai, sangatlah wajar jika nenek moyang kita telah memanfaatkan air kelapa yang sangat mudah kita jumpai. Ternyata mitos itu memang bukan sekedar omong belaka. Akhir-akhir ini banyak ahli kesehatan dan gizi mencoba menganalisis kandungan air kelapa dan terbukti mengandung zat-zat yang sangat bermanfaat bagi tubuh, baik ibu hamil ataupun siapa saja.


Secara umum air kelapa itu:

1. Rendah karbohidrat
2. 99% bebas lemak
3. Rendah kadar gula
4. Antioksidan
5. Isotonik alami

Agar kesehatan bayi tetap terjaga, ibu hamil disarankan untuk menkonsumsi air kelapa setiap hari, terutama kelapa hijau karena beberapa alasan ilmiah berikut ini; 1. Penawar racun
Air kelapa muda itu sangat steril dan murni, mengandung asam lauric yang berperan dalam melawan penyakit. Asam lauric juga terdapat dalam air susu ibu, yang artinya juga lebih baik dari susu bayi kalengan, yang mampu menawarkan racun dalam darah, termasuk virus, jamur dan mikroba lainnya. Air kelapa ini meningkatkan sistem imun yang mengurangi resiko diabetes, kanker, dan penularan HIV yang mungkin terjadi pada ibu maupun janin.
2. Baik untuk pencernaan
Ilmu kesehatan luar negeri pun mengakui bahwa air kelapa membantu pencernaan. Pada masa kehamilan, hormon progesteron memperlambat kontraksi otot lambung yang berakibat lambatnya pencernaan. Dengan mengkonsumsi air kelapa, proses pencernaan akan berjalan lancar seperti bisanya. Air kelapa ini juga mengandung nutrisi dan oksigen yang mudah terserap dalam sel tubuh.
Air kelapa juga dapat meningkatkan fungsi usus dan kesehatan pencernaan, serta dapat membantu meringankan sembelit, mulas, dan gangguan pencernaan lainnya yang sering dialami wanita hamil.
3. Melancarkan saluran kemih
Karena berasal dari alam, air kelapa sangat baik untuk mebersihkan saluran kemih sehingga dapat melancarkan air seni yang mengeluarkan zat-zat racun dari dalam tubuh. Di sisi lain mencegah timbulnya infeksi saluran kemih, yang umum terjadi pada ibu hamil.
4. Elektrolit alami
Air kelapa merupakan minuman isotonik yang memiliki keseimbangan level yang sama dengan darah kita. Beberapa produsen minuman kini berlomba-lomba mempromosikan air air kelapa dalam kemasan sebagai minuman isotonik alami. Air kelapa muda mengandung elektolit, klorida, kalsium, potassium (kalium), magnesium, sodium. Kalium (potassium) berperan penting dalam menjaga tekanan darah dan kesehatan jantung. Air kelapa juga mengandung protein, serat, mangan, riboflavin, dan vitamin C. Semuanya sangat berperan dalam menjaga stamina dan meningkatkan metabolisme tubuh ibu hamil.
5. Menjaga kesehatan ibu hamil
Ibu yang sedang hamil otomatis membutuhkan kondisi yang stabil dalam tubuhnya, untuk diri dan bayinya. Oleh karena itu, air kelapa yang rendah karbohidrat dan rendah lemak akan sangat membantu menjaga kesehatan sang ibu. Air kelapa juga dapat meningkatakan kadar kolesterol baik, atau yang sering kita sebut HDL, dalam tubuh. Selain itu juga berperan dalam menyeimbangkan pH dan menjaga temperatur tubuh agar tetap stabil.
6. Meningkatkan sitem imun (kekebalan tubuh) ibu hamil
Asam laurat yang terkandung dalam air kelapa memiliki sifat anti-jamur, anti-bakteri dan anti-virus yang melindungi tubuh terhadap berbagai infeksi dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh wanita hamil. Sistem imun tubuh yang meningkat tentunya akan menjadi benteng pertahanan tubuh terhadap serangan berbagai infeksi penyakit sehingga kesehatan ibu dan janin akan lebih terjaga.
7. Mencegah dan mengatasi keluhan “heartburn”
Keluhan heartburn merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh ibu hamil. Rasa seperti terbakar dan panas di dada ini tentu sangat mengganggu. Untungnya, keluhan “heartburn” tersebut bisa dicegah dan diatasi bila ibu hamil sering minum air kelapa.
8. Membantu mengatasi keluhan “morning sickness”
Di banyak negara, air kelapa dipercaya dapat berperan sebagai antidote (anti) muntah terhadap penyakit-penyakit serius seperti malaria, demam berdarah, dan tifus. Karena khasiatnya itu, air kelapa juga dapat membantu ibu hamil mengatasi keluhan pusing, mual dan muntah yang biasa dialami saat “morning sickness”.
9. Mencegah Kram Kaki
Ibu hamil juga seringkali mengalami gangguan kram pada kaki. Kaki kram disebabkan oleh kekurangan kalium. Wanita hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi sekitar 4.700 mg kalium. Dalam air kelapa terkandung 670 mg kalium per 330ml. Jadi, minum air kelapa selama hamil dapat membantu menjaga pasokan kalium yang dibutuhkan wanita hamil.
10. Membantu menjaga suhu tubuh
Merasa kepanasan adalah salah satu hal yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil. Air kelapa ternyata juga dapat membantu mendinginkan dan menjaga suhu tubuh. Air kelapa akan membantu mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh sel-sel tubuh.

Well Moms, mengingat banyaknya manfaat dari air kelapa untuk ibu hamil, sudah saatnya memasukkan air kelapa ke dalam daftar makanan/minuman wajib untuk Anda yang sedang mengandung.
Selengkapnya...