Kamis, 21 Juli 2011
TIDUR MENCIPTAKAN BAYI CERDAS
Selain gizi dan banyaknya stimulus/rangsangan , ternyata kecerdasan bayi juga dipengaruhi dari tidurnya. Jadi, jangan anggap remeh tidur, ya, Bu-Pak.
Soalnya, terang Dr. H. Yul Iskandar, DAJ., MBAP., MASRS., Ph.D., sewaktu tidur, bayi bukan hanya sekadar memejamkan mata, “tapi juga mengolah stimulus yang diperoleh untuk disimpan dalam memorinya.” Dengan kata lain, susunan sarafnya bukan pasif, melainkan sedang giat-giatnya belajar.
Disamping, pada masa tahun pertama, otak sedang dipacu perkembangannya, yang akan berhenti di usia 18 tahun. Itulah mengapa, jangka waktu tidur bayi juga lebih lama ketimbang orang dewasa. Coba, de! h, perhatikan. Ketika baru lahir, si kecil tidur hampir sepanjang hari. Sampai usia 3 bulanan, setiap 2 hingga 3 jam sekali ia tidur.
“Semakin bertambah usia, jumlah tidurnya makin berkurang, namun waktu tidurnya tetap lebih lama bila dibandingkan dengan orang dewasa,” lanjut konsultan sebuah Lembaga Penelitian Kognitif di Jakarta ini. Hingga usia 6 tahun, misal, anak masih memerlukan tidur hingga 10-12 jam; sedangkan orang dewasa tidurnya boleh dibilang cuma 7 jam sehari.
JENIS TIDUR
Menurut teori, ada 2 jenis tidur, yaitu REMS (Rapid Eye Movement Sleep) dan NREMS (Non REMS). REMS adalah taraf tidur yang nyenyak sekali dengan gerakan bola mata sangat aktif. “Sebelumnya, REMS selalu dikaitkan dengan mimpi. Tapi setelah diteliti lebih jauh ternyata hal tersebut kurang tepat. Mimpi hanya istilah tingkah laku saja dari REMS, namun REMS belum tentu selalu berkaitan dengan mimpi,” terang Yul. Walaupun secara statistik memang terbukti lebih banyak terjadi mimpi pada REMS dibandingkan NREMS.
Sedangkan NREMS atau disebut juga delta sleep adalah tidur yang dalam namun dengan bola mata tak bergerak. Dalam otak ada 4 jenis gelombang listrik, yaitu alfa, beta, teta, dan delta. Gelombang listrik alfa menunjukan seseorang sedang bangun, beta menunjukkan marah, teta sama dengan mengantuk, dan delta menunjukan tidur yang dalam. “Makanya, NREMS juga sering dikenal dengan tidur dalam,” ujar Direktur Medik dan Riset Rumah Sakit Dharma Graha ini. Sebagai contoh, bila si kecil lagi tidur dan ia susah sekali dibangunkan, berarti ia sedang di tengah-tengah tidur yang dalam.
Selama tidur malam yang berlangsung rata-rata 7 jam, kedua jenis tidur ini bergantian 4-6 kali. Pada bayi baru lahir hingga usia sekitar 3 bulanan, hampir 99 persen tidurnya dalam taraf REMS; sisanya yang 1 persen masuk dalam jenis NREMS. Namun persentasi ini akan berubah sedikit demi sedikit, sehingga pada usia 1 tahun, REMS-nya cuma mencapai 70 persen dan NREMS-nya 30 persen.Untuk memacu perkembangan kecerdasan bayi diperlukan kedua jenis tidur ini, karena masing-masing memiliki fungsi berbeda. REMS berfungsi psikologis, yaitu untuk perkembangan kognitif dan emosi; sedangkan NREMS berguna untuk fisik, yaitu perbaikan metabolisme tubuh.
MEMASUKKAN DATA
Otak manusia, ujar Yul, sudah jadi ketika lahir. Setelah digunakan seharian, pada malamnya otak harus diperbaiki atau diingatkan kembali dengan memasukkan sensasi sebagai suatu ingatan. Untuk mengingatkan susunan 2X2=4, misal, ada satu kolom yang dibikin dan tak akan hilang seumur hidup. “Nah, kolom ini dibuat sewaktu NREMS, sedangkan isinya pada waktu REMS.” Pada bayi, otaknya bisa diibaratkan sebuah komputer yang dapat menyimpan data dalam waktu lama. Stimulus-stimulus yang diperolehnya ketika bereksplorasi akan diolah pada saat ia tidur.
Dibandingkan orang dewasa, lanjut Yul, lebih banyak hal yang harus dipelajari bayi. “Jadi, bayi sebenarnya bisa lebih stres ketimbang orang tuanya.”
Bayangkan saja, setiap hari ia selalu melihat, mendengar, dan melakukan hal-hal baru. Misal, berapa banyak kata yang ia dapat setiap harinya; atau, ketika ia harus belajar berjalan. Walau kelihatannya gampang bagi orang yang sudah bisa berjalan, tapi sebenarnya ini sulit, lo, buat bayi. Apalagi dari semua makhluk hidup, hanya manusia yang bisa berjalan tegak sempurna. Itu sebabnya, untuk berjalan saja diperlukan jutaan sel yang bekerja sehingga dapat mengorganisir keseimbangan.
“Bahkan, bayi baru lahir pun sudah harus banyak belajar.” Misal, ia harus mempelajari suhu di bawah 37 derajat adalah dingin, sedangkan yang di atas 37 derajat itu panas; atau, “Oh, yang sedang memanggil itu suara ibu. Kalau yang itu suara Bapak.”, dan sebagainya. “Nah, itu semua harus disimpan dalam memori. Penyimpanannya berlangsung sewaktu tidur REM.”
Inilah yang disebut fungsi psikologis dalam hal perkembangan kognitif dari REMS.
Bila terjadi penyimpangan dalam proses penyimpanan data, fungsi emosi dari REMS pun berperan. Seperti diketahui, otak terdiri dari sel-sel yang dinamakan neuron dan berbagai zat kimia. Neuron akan menghasilkan aliran listrik, sedangkan zat kimia berfungsi sebagai penghubung antara neuron yang satu dengan neuron yang lain. Jadi, antara listrik dan zat kimia akan mengalir secara bergantian. “Nah, bila ada suatu sensasi yang akan disimpan ke pusat otak namun dalam perjalanannya melalui saraf otak arahnya melenceng, maka disinilah emosi berperan.”
Misal, ibu mencubit si kecil. Cubitan itu di otak bisa diartikan bermacam-macam; bisa marah atau malah sayang. Nah, bayi akan mempelajarinya karena setiap sensasi dia olah dan diberi warna. Misal, cubitan ibu terasa pelan sehingga enak, sedangkan cubitan ayah enggak enak karena terlalu keras. Itulah mengapa, bila ibu mencubit, si kecil mungkin akan tertawa; sebaliknya bila dicubit bapak, ia akan menangis.
MENGHILANGKAN ZAT-ZAT BERACUN
Semua sensasi, terang Yul, akan diolah dan dipelajari bayi dalam tidurnya. Misal, sensasi cubitan diberi satu kolom. Begitu juga sensasi dari ibu atau bapak, diberi satu kolom lagi. Hal yang sama juga dilakukan terhadap sensasi-sensasi lainnya semisal sensasi minum susu; bila saya minum susu dan saya ketemu ibu, maka sensasi minum susu diberi satu kolom dan sensasi ketemu ibu diberi satu kolom pula. “Dengan demikian, bayi akan berkesimpulan, kalau saya ketemu ibu maka saya akan mendapat susu.”
Tapi dalam membuat kolom-kolom tersebut atau proses mengkaitkan dua rangsangan, “tak dibuat dalam satu hari, lho. Mungkin sebulan, setahun, atau bahkan lebih,” kata Yul seraya melanjutkan, “dan, dua rangsangan itu juga harus diberikan secara terus menerus.” Jadi, Bu-Pak, manfaatkanlah kesempatan ini. Misal, Anda berdua ingin si kecil cinta membaca. Setiap menjelang tidur, bacakanlah sebuah cerita/dongeng untuknya. Lama-kelamaan, bila melihat buku, ia akan merasa nikmat. Dari situlah si kecil akan mencintai buku.
Akan halnya tidur NREM, karena fungsinya lebih untuk memperbaiki fisik bayi, maka sewaktu ia tidur, zat-zat yang beracun dalam tubuhnya dihilangkan. Zat-zat ini selalu ada dalam diri manusia karena adanya proses metabolisme. “Dengan tidur, bayi bisa mengoksidasi atau menghancurkan radikal bebas yang beracun menjadi tak beracun.” Untuk diketahui, radikal bebas ini kalau kebanyakan bisa menimbulkan kanker. “Biasanya terjadi pada orang dewasa karena tidur mereka, kan , makin berkurang sehingga radikal bebasnya makin banyak.” Tak demikian halnya pada bayi, hampir tak ada penyakit kanker atau jantung.
Wah, kini kita jadi semakin paham, ya, Bu-Pak. Ternyata tidur bukan cuma merupakan kebutuhan biologis semata, tapi juga bermanfaat besar bagi perkembangan kecerdasan. Jadi, jangan sampai si kecil kekurangan tidur, lo. Selain fisiknya nanti enggak sehat, perkembangan kecerdasannya juga enggak bagus. “Otaknya tak berkembang dan ia pun akan sulit untuk belajar,” tandas Yul.
AGAR TIDURNYA NYENYAK
Biasanya ibu suka mengayun-ayun atau menepuk-nepuk lembut bokong bayi kala menidurkannya. Menurut Dr. Yul yang menyebut cara ini sebagai pemberian rangsangan monoton, dapat dilakukan agar bayi bisa cepat tidur nyenyak karena bayi amat menyukai rangsangan tersebut. Syarat lain yang harus dipenuhi ialah:
1. Kenyang.
Tidur merupakan kegiatan SPP (susunan saraf pusat). Nah, salah satu yang mempengaruhi SPP adalah zat kimia yang diperoleh dari makanan. Jadi, kalau ingin si kecil bisa tidur nyenyak, salah satu syaratnya ialahnya makanan atau susu. Yang perlu diperhatikan, karena susu mengandung gula susu, maka bayi akan lebih sering BAK. Nah, ini, kan , bisa mengganggu kenyenyakan tidurnya. Padahal, syarat lain agar bayi tidur nyenyak adalah kering.
2. Kering.
Sebagaimana telah disinggung dalam syarat pertama! , masalah yang paling mengganggu jam tidur bayi adalah basah karena BAK atau BAB. Soalnya, bayi seharusnya tidur sampai 4-5 jam. Kalau ia basah, bisa jadi tidurnya cuma 2 jam. Nah, ini, kan , tak baik karena mengakibatkan “waktu belajar”nya enggak tuntas. Jadi, Bu-Pak, sedapat mungkin bayi harus dalam keadaan kering ketika tidur, entah tidur malam maupun siang. Untuk mengatasinya, satu-satunya cara ialah segera mengganti popok atau celananya ketika ia BAK/BAB.
3. Hangat.
Suhu dalam tubuh bayi adalah 37 derajat celcius. Jadi, usahakan suhu di ruangan atau kamar tidurnya mendekati suhu tubuhnya agar ia nyaman. Tapi karena Indonesia adalah negara tropis yang hangat, jadi kebanyakan tak ada masalah dengan suhu.
Tentang posisi tidur, tak ada pengaruhnya dengan tidur nyenyak. Jadi, serahkan saja pada si bayi, mau tidur dengan posisi apa. Bila ia senang tengkurap, ia akan membalikkan badannya sendiri. Biarkanlah berjalan natural. Memang, beberapa ahli menganjurkan agar bayi tidur tengkurap, tapi posisi apapun sebenarnya bagus. Selama ia kenyang, kering, dan hangat, ia akan tidur untuk belajar dan memperbaiki metabolismenya.
SIKLUS KEHIDUPAN BAYI BEDA DENGAN ORANG DEWASA
Baik siang maupun malam, kualitas tidur bayi akan sama saja. Ia tetap bisa “belajar” ketika tidur siang maupun malam. Beda dengan orang dewasa, “jam tidur yang baik bagi mereka adalah pukul 10 malam hingga pukul 5 pagi,” terang Dr. Yul. Soalnya, siklus kehidupan antara bayi dan orang dewasa itu berbeda. “Siklus bayi dalam sehari adalah setiap 4 jam, sedangkan orang dewasa 24 jam. Siklus ini membuat irama kehidupan. Bagi orang dewasa, siang merupakan saat matanya harus mengawasi dunia dan malam saatnya beristirahat. ”
BAYI TIDUR BERGERAK-GERAK
Kalau bayi tidur bergerak-gerak apa itu tanda bahwa tidurnya tidak nyenyak? Ternyata menurut Yul tidak, karena tidur seperti juga manusia adalah unik. Jadi setiap orang bisa memiliki cara tidur yang berbeda-beda. ” Ada orang yang tidurnya muter-muter, ada juga yang diam saja. Tapi itu tidak jadi masalah. Kalau dilihat dari gelombang otak ketika tidur, gelombang otak manusia itu tidak datar saja tapi naik turun sesuai dengan zat kimia. Kalau zat kimianya sedang berkurang maka dia akan bergerak sedikit. Dan itu normal saja,” katanya.
sumber http://muslimpinang.wordpress.com Selengkapnya...
Selasa, 28 Juni 2011
Meski murah, sawi tinggi manfaat
Tapi tahukan Anda bahwa Sawi sebagai salah satu jenis sayuran yang murah harganya dan mudah didapatkan ini , sangat banyak mengandung manfaat .
Dalam bahasa Inggris, sawi dikenal dengan istilah mustard. Sawi sangat di gemari oleh masyarakat, utamanya masyarakat Indonesia. Mungkin karena sawi sangat mudah pengolahannya. Bisa dengan cara ditumis, oseng-oseng, asinan, atau digunakan sebagai pelengkap pada mi ayam, bakso, dan gado-gado, maka sawipun sudah bisa kita nikmati.
Manfaat mengkonsumsi sawi antara lain adalah :
1. Mencegah Anemia pada ibu hamil
Sawi sangat baik bagi ibu hamil karena mengandung asam folat yang cukup tinggi. Asam folat dibutuhkan tubuh untuk pembentukan otak janin, selain itu juga mengatasi anemia yang sering terjadi pada ibu hamil. Kebutuhan asam folat pada orang dewasa mencapai 400 mkg perhari. Kebutuhan ini menjadi dua kali lipat pada ibu yang sedang hamil dan bertambah 50 persen untuk ibu yang sedang menyusui.
2.Mencegah osteoporosis
Sawi banyak mengandung vitamin dan mineral. Kadar vitamin K, A, C, E, dan folat pada sawi tergolong dalam kategori excellent. Mineral pada sawi yang tergolong dalam kategori excellent adalah mangan dan kalsium.
Kandungan vitamin K pada sawi sangat tinggi, yaitu mencapai 419,3 mkg per cangkir. Konsumsi satu cangkir sawi sudah dapat memenuhi kebutuhan tubuh akan vitamin K per hari. Vitamin K sangat berguna untuk membantu proses pembekuan darah, sehingga sering disebut sebagi vitamin koagulasi. Vitamin K juga terkait dengan pengaturan protein tulang dan kalsium di dalam tulang dan darah, sehingga dapat menjaga tulang dari proses osteoporosis. Tanpa peran vitamin K, osteokalsin sebagai protein tulang tidak dapat bekerja dengan normal.
3. Sebagai penangkal macam-macam kanker
Sawi merupakan jenis sayuran yang sangat bermanfaat untuk mencegah berbagai penyakit, terutama kanker. Hal itu disebabkan tingginya kadar senyawa fitokimia pada sawi, khususnya glukosinolat. Di dalam tanaman, glukosinolat bereaksi dengan enzim mirosinase, menghasilkan komponen aktif indol dan isotiosianat. Indol dan isotiosianat berfungsi untuk mereduksi potensi kanker karena kemampuan kedua komponen itu mengatur enzim yang berfungsi mendetoksifikasi hati. Indol dan isotiosianat juga dapat menghambat enzim yang dapat menyebabkan terbentuknya senyawa karsinogenik (penyebab kanker). Sawi juga bermanfaat untuk mencegah kanker kandung kemih. Kanker kandung kemih merupakan penyakit yang paling menakutkan. Sawi juga mengandung sulforafan yang juga bersifat antikanker. Sebuah publikasi pada Journal of Nutrition pada tahun 2004 menunjukkan bahwa kandungan sulforafan yang banyak terdapat pada golongan Brassica sangat efektif untuk mencegah pertumbuhan sel kanker payudara. Enzim ini berperan mengangkut bahan-bahan karsinogen yang dihasilkan dari senyawa prokarsinogen dan membuangnya keluar dari sel.
4. Menurunkan Kolesterol
Kandungan vitamin E, betakaroten, dan vitamin C pada sawi sangat baik untuk mencegah kolesterol dan penyakit jantung. Ketiga zat tersebut sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya oksidasi kolesterol LDL.
Sawi juga memiliki keunggulan dalam hal serat pangan. Serat dibutuhkan tubuh untuk menurunkan kadar kolesterol dan gula darah. Di dalam saluran pencernaan, serat akan mengikat asam empedu (produk akhir kolesterol) dan kemudian dikeluarkan bersama tinja. Semakin tinggi konsumsi serat, akan semakin banyak asam empedu dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh. Hal tersebut secara otomatis akan mengurangi kadar kolesterol. selain untuk mengendalikan kolesterol, serat pada sawi juga sangat berguna mencegah diabetes melitus dan terjadinya kanker kolon.
Dari sekian manfaat sawi, perlu digaris bawahi bagi penderita Ginjal, bahwa sawi adalah salah satu jenis sayuran yang kurang baik jika dikonsumsi terlalu banyak. Karena di dalam sawi terdapat kandungan Oksalat.
Kandungan Oksalat yang terlalu tinggi di dalam tubuh akan menyebabkan kristalisasi yang mengarah pada pembentukan batu. Kandungan oksalat dapat menghambat penyerapan kalsium di dalam tubuh. Kandungan vitamin C yang tinggi pada sawi juga akan mendorong terbentuknya oksalat di dalam tubuh. Karena itu, mereka yang mempunyai gangguan terhadap ginjal sebaiknya menghindari konsumsi sawi yang berlebihan.
Jadi, tidak alasan lagi bukan harus bingung untuk memiliki tubuh sehat ? Yang pasti konsumsilah makanan yang sehat dan bergizi. Makanan mahal tidak berarti selalu kaya gizi, dan makanan murah tidak selalu tidak bergizi bukan? Contohnya Sawi ini. Sepanjang kita tahu kandungan gizi yang ada di dalam makanan yang kita pilih untuk dikonsumsi. dan sepanjang bahan makanan yang akan kita konsumsi dalam keadaan baik serta proses pemasakannya 100% matang, maka tidak perlu lagi takut untuk mengkonsumsi makanan tersebut.
SUMBER:http://hidupsehatonline.com Selengkapnya...
Senin, 27 Juni 2011
Manfaat telur puyuh
Telur puyuh tidak begitu terkenal daripada telur ayam atau telur bebek. Apalagi banyak orang menganggapnya sebagai sumber kolesterol. Padahal, nilai gizinya baik untuk janin hingga kaum lanjut usia.
Puyuh adalah spesies atau subspesies dari genus coturnix. Burung puyuh pada awalnya termasuk burung yang hidup di alam bebas, lalu dibudidayakan di Jepang sebagai burung hias. Penjinakan burung puyuh liar tersebut juga dilakukan di Korea, Cina,dan Taiwan.
Beberapa hasil penjinakan itu dibawa ke Jepang yang akhirnya menjadi varietas khusus Coturnix coturnix japanica.Bibit ini sudah tersebar di beberapa negara di Amerika, Eropa dan Asi (termasuk Indonesia).
Burung puyuh semakin populer dan digemari karena telur dan dagingnya lezat dan bergizi tinggi.
SUMBER PROTEIN
Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang tinggi, ukuran tubuhnya relatif kecil, berkaki pendek, dan dapat diadu.Dalam bahasa Jawa puyuh disebut gemak , sedangkan dalam bahasa Inggris disebut quail. Peternakan burung puyuh mulai dikenal di Indonesia tahun 1979.
Burung puyuh terkenal dengan telurnya yang berukuran kecil. Telur ini umumnya digemari anak-anak karena bentuknya unik dan menggemaskan. Biasanya telur ini disajikan dengan cara direbus atau sebagai bahan campuran sayuran (hotplate kangkung, kimlo, dan sup),sambal kentang, atau sebagai isi bakso, tahu, dan siomay.
Dilihat dari nilai gizinya, telur puyuh tidak kalah dari telur ayam atau telur bebek.
Telur puyuh merupakan sumber protein terbaik.100 gram telur puyuh mengandung 13,05 gram protein, sedikit lebih tinggi dari telur ayam maupun telur bebek.
Salah satu keunggulan proteintelur dibandingkan dengan protein hewani lainnya adalah daya cernanya yang sangat tinggi. Artinya setiap gram protein yang masuk akan dicerna didalam tubuh secara sempurna.
NUTRISI OTAK
Selain protein, lemak, vitamin, dan mineral, telur puyuh juga kaya akan kolin. Kolin berperan penting didalam tubuh, terutama bagi perkembangan fungsi otak. Hal tersebut berkaitan dengan peran kolin sebagai komponen asetikolin yang berfungsi sebagai pengantar sinyal saraf.
Asupan kolin yang cukup akan membantu kerja sinyal saraf pada otak, sehingga dapat memperkuat daya ingat anak-anak dan menghindari kepikunan pada orang lanjut usia.
100 gram telur puyuh dan telur bebek mengandung 263,4 mg kolin, lebih tinggi daripada kolin yang terdapat pada telur ayam.Namun kebutuhan kolin setiap orang berbeda-beda. Ibu-ibu yang sedang dalam taraf pra kehamilan hingga menyusui, sebaiknya mulai mengonsumsi makanan sumber kolin, seperti telur puyuh, dalam jumlah cukup banyak. Hal tersebut penting untuk mendukung perkembangan otak janin.
Selain itu asupan kolin yang cukup pada saat kehamilan juga dapat mengurangi resiko kematian sel pada janin, yang berarti mengurangi kemungkinan bayi cacat dan keguguran.
Sementara asupan kolin pada saat menyusui dimaksudkan untuk mendukung perkembangan otak bayi secara optimal.
Penelitian yang dilakukan oleh Meck dan William (1999) menunjukkan bahwa untuk perkembangan janin yang optimal, pemberian makanan kaya kolin sebaiknya dilakukan pada umur kandungan 20-25 minggu hingga saat melahirkan.
Penelitian yang dilakukan oleh Ladd dan kawan-kawan (1993) menunjukkan bahwa kolin tidak hanya baik dikonsumsi mereka yang sedang dalam tahap pertumbuhan, tetapi juga oleh kaum lanjut usia.
Mereka yang berada dalam usia produktif juga wajib mengonsumsi kolin untuk mempertahankan fungsi otak agar selalu bugar.Selain itu kolin juga dapat memperbaiki memori otak yang rusak akibat proses penuaan.
MELINDUNGI MATA
Salah satu ciri khas yang sangat menarik dari telur, termasuk telur puyuh adalah warna kuning telurnya. Warna kuning telur tersebut, bukan sekedar warna yang menyegarkan mata, tetapi juga menunjukkan bahwa telur mengandung senyawa lutein dan Zeaksantin.
Kedua senyawa itu merupakan pigmen yang memberikan warna kuning. Selain memberikan warna kuning, pigmen tersebut ternyata juga mempunyai khasiat kesehatan yang luar biasa.
Kata lutein berasal dari bahasa latin luteus
yang berarti kuning emas. Demikian juga kata zeaksantin yang berasal dari kata Zea yang merujuk pada genuz jagung, dan xanthin yang juga berasal dari bahasa latin yang berarti kuning. Selain pada telur, lutein dan zeaksantin juga banyak terdapat pada sayuran hijau.
Hasil penelitian yang dimuat dalam The Journal of Nutrition, Agustus 2004, menunjukkan bahwa lutein pada kuning telut lebih mudah diserap tubuh daripada lutein
pada sayuran hijau seperti bayam. Meskipun belum ada penelitian yang menjelaskan secara pasti, kemungknan besar karena kuning telur banyak mengandung lemak, sehingga lutein lebih mudah larut dan diserap oleh tubuh.
Lutein dan zeaksantin tidak mempunyai aktivitas vitamin A, meski keduanya sangat baik untuk mata. Secara ilmiah lutein dan zeaksantin terdapat pada retina mata. Konsumsi makanan yang kaya lutein dan zeaksantin akan meningkatkan kandungan lutein dan zeaksantin dalam retina mata.
Didalam retina mata, lutein dan zeaksantin dapat membantu melindungi mata dari kerusakan dengan cara memfilter sinar biru, terutama pada bayi dan anak-anak. Menurut Bone dan kawan-kawan (1992), lutein dan zeaksantin berpotensi menyerap cahaya biru hingga 20-90%.
Anak-anak sangat berpotensi terkena sinar biru yang berasal dari pancaran sinar matahari, layar TV ataupun komputer. Sinar biru sebenarnya adalah sinar yang memiliki panjang gelombang antara 400-500 nm pada spektrum sinar yang masih dapat diterima mata.
Namun, pada usia yang masih dini, lensa mata pada anak relatif jernih, sehingga belum maksimal menghambat sinar biru yang masuk. Jika hal tersebut berlangsung lama, sinar tersebut dapat menyebabkan kerusakan dan menimbulkan luka pada retina mata anak.
Singkat kata, telur puyuh sangat dianjurkan untuk anak-anak yang sedang dalam tahp pertumbuhan ataupun ibu-ibu pada masa kehamilan dan menyusui. orangtua juga dianjurkan untuk mengonsumsi telur puyuh, asalkan tidak mempunyai kadar kolesterol tinggi atau menderita obesitas.
MENGANDUNG ZAT ANTI KANKER
Tubuh tidak dapat mensintesis sendiri lutein dan zeaksantin yang dibutuhkan tubuh.Karena itu peran makanan yang kaya akan lutein dan zeaksantin sangat mutlak diperlukan. Dalam hal ini termasuk telur burung puyuh.
Lutein dan zeaksantin tidak hanya diperlukan oleh anak-anak yang berusia dini, tetapi juga bagi orang dewasa.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minimal 30 mg lutein setiap hari dapat memperlambat proses penuaan hingga 40%. Tubuh pun terlihat awet muda, terutama yang berhubungan dengan kesehatan mata.
Beberapa penelitian menunjukkan, lutein dan zeaksantin juga baik untuk mereduksi resiko penyakit kanker dan tumor.
menurut penelitian Voorrips dan kawan-kawan (2000), konsumsi lutein dan zeaksantin juga dapat berfungsi sebagai antioksidan karena kemampuannya untuk mencegah kerusakan DNA. Penelitian yang dilakukan oleh Nishino dan kawan-kawan juga menunjukkan, tikus percobaan yang diberi konsumsi zeaksantin dapat mengurangi resiko terbentuknya tumor hingg 4x lipat dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi konsumsi zeaksantin.
JANGAN TAKUT KOLESTEROL
Banyak orang takut mengonsumsi telur, terutama telur puyuh, karena kadar kolesterolnya tinggi. Padahal hal itu tidak perlu ditakuti mengingat kolesterol juga diperlukan oleh tubuh, asalkan tidak dikonsumsi secara berlebihan.
Untuk menyiasatinya, kita dapat mengonsumsi makanan yang dapat melawan asupan kolesterol. Salah satunya adalah makanan yang kaya serat pangan (dietary fiber), seperti sayuran, buah-buahan, dan serealia, dalam jumlah banyak. Konsumsi serat pangan yang dianjurkan sekitar 20-30 gram sehari.
Selain serat pangan, konsumsi vitamin B kompleks juga dapat membantu menurunkan efek buruk kolesterol. Dengan mengonsumsi 3-6 gram vitamin B kompleks setiap hari, kolesterol total dapat diturunkan sebanyak 15-20%, kadar trigliserida 45-50%, sedangkan kadar HDL ditingkatkan hingga 20%.
Kebutuhan akan vitamin B kompleks ini dapat dipenuhi dengan mengonsumsi 200 gram serealia seperti roti gandum, beras pecah kulit (brown rice), ataupun oat setiap hari.
Vitamin B kompleks juga berperan dalam merangsang pembentukan prostaglandin I2, yaitu hormon yang membantu mencegah agregasi trombosit.Dengan demikian vitamin B kompleks dapat memperkecil proses aterosklerosis dan akhirnya memperkecil kemungkinan terjadinya serangan jantung.
Vitami C juga berperan sangat penting untuk menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi. Dalam metabolisme kolesterol, vitamin C berperan meningkatkan laju kolesterol yang dibuang dalam bentuk asam empedu, meningkatkan kadar HDL, dan berfungsi sebaga pencahar, sehingga meningkatkan pembuangan kotoran.Namun vitamin C hanya bekerja pada orang yang mempunyai kolesterol dan trigliserida tinggi.
Vitamin C jga berperan penting dalam sintesis kolagen.Padahal kolagen itu berbentuk serabut kuat dan merupakan jaringan ikat yang penting bagi kulit, otot, pembuluh darah, dan bagian tubuh lainnya. Kehadiran vitamin C dalam pembentukan kolagen merupakan faktor positif untuk mencegah penyakit jantung koroner akibat kolesterol.
Angka kecukupan vitamin C per hari untuk orang dewasa ditetapkan sebesar 75 mg untuk wanita dan 90 mg pria. Namun, kebutuhan itu dapat meningkat sesuai dengan kondisi tubuh setiap orang.
Vitamin E berperan sebagai antioksidan penting yang dapat menghambat oksidasi LDL, sehingga bisa mencegah resiko enyakit jantung koroner.
Sebuah hasil study di Medical Cener, Texas Southwestern university Amerika Serikat,menunjukkan konsumsi 800 IU vitamin E setiap hari selama 3 bulan dapat memangkas oksidasi LDL sebesar 40%.
Sebuah studi terhadap 87.000 perwat di Harvard Medical Center menunjukkan bahwa konsumsi vit E sebanyak 100-250 IU setiap hari selama 2 tahun dapat menurunkan penyakit jantung hingga 41%. Dari diet sehari-hari diperkirakan konsumsi vit E yang baik untuk mencegah penyakit jantung sekurang-kurangnya adalah sebesar 100 IU setiap hari.
Selain itu olahraga secara teratur yaitu minimal 3x setiap minggu, dapat membantu menurunkan resiko penyakit jantung akibat kolesterol.
Jelaslah bahwa kolesterol tidak perlu ditakuti bila dikonsumsi secara cermat.
Semoga menambah wawasan kita semua dan semoga bermanfaat bagi semua....
sumber: http://kupukupudanpelangi.blogspot.com
Selengkapnya...
Minggu, 26 Juni 2011
Alpukat untuk Bayi
Rentang usia bayi untuk pemberian alpukat: 6-8 bulan
Manfaat Alpukat
Alpukat dapat menjadi alternatif yang sangat baik lho, sebagai MPASI pertama yang Anda perkenalkan kepada bayi Anda. Kenapa demikian? Selain memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, teksturnya yang lembut juga membuatnya mudah untuk dicerna oleh buah hati Anda…
Bahkan kita sering mendengar bahwa alpukat juga diberi gelar sebagai salah satu hasil bumi yang paling sempurna, karena ia mengandung segala nutrisi yang diperlukan tubuh kita untuk bisa bertahan hidup.
Makanya, daripada memberikan si kecil sereal instan, coba Anda pertimbangkan untuk memberikan alpukat kepadanya sebagai “lemak baik” yang bermanfaat untuk perkembangan otak dan fisik bayi Anda!
Menurut pakar nutrisi, alpukat bebas Sodium dan Kolesterol, serta mengandung banyak nutrisi bermanfaat, termasuk 8% dari jumlah Folat per hari yang dianjurkan untuk dikonsumsi; 4% serat dan potasium; 4% vitamin E dan 2% zat besi. Satu buah alpukat mengandung sekitar 81 mikrogram Carotenoid Lutein, 19 mikrogram Beta-Caroten dan juga 3,5 gram Lemak Tak Jenuh yang dikenal berperan dalam pembentukan sistem saraf pusat dan otak.
Kandungan Nutrisi dalam Alpukat
Vitamin (dalam 1 gelas pure):
Vitamin A – 338 IU
Vitamin C – 20.2 mg
Vitamin B1 (thiamine) – .2 mg
Vitamin B2 (riboflavin) – .3 mg
Niacin – 3.9 mg
Folate – 205 mg
Pantothenic Acid – 3.3 mg
Vitamin B6 – .6 mg
Terdapat pula vitamin lainnya dalm jumlah yang kecil.
Mineral (1 buah berukuran sedang):
Potassium – 1166 mg
Phosphorus – 124 mg
Magnesium – 67 mg
Calcium – 30 mg
Sodium – 18 mg
Iron – 1.4 mg
Juga mengandung sejumlah kecil selenium, mangan, zat zinc dan tembaga.
Kapan Anda Dapat Mulai Memperkenalkan Alpukat kepada Bayi Anda?
Alpukat dapat mulai Anda perkenalkan kepada si kecil sejak usia 6 bulan, karena teksturnya yang lembut dan seperti krim jika dilumatkan. Selain jenis MPASI lain, Anda bisa memberikan variasi alpukat yang dilumatkan, dicampur dengan buah pir, pisang, bahkan yoghurt sebagai makanan selingan.
Walaupun sebagian orang takut memberikan alpukat kepada bayinya, karena khawatir akan kandungan lemaknya, namun percayalah – bayi Anda juga tidak seharusnya menerima asupan “rendah lemak”…
Bagaimana dengan Kandungan Lemak dalam Alpukat?
Alpukat memang memiliki kandungan lemak dan kalori yang tinggi, sehingga sebagian orang menyuruh kita untuk menghindarinya. Tahukah Anda, buah alpukat yang berukuran sedang mengandung kira-kira 322 kalori dan 30 gram lemak! 1 gelas pure alpukat mengandung sekitar 700 kalori, karena biasanya diperlukan 2 buah alpukat.
Jadi, manfaat alpukat jauuuh lebih besar dibandingkan “resiko”nya. Alpukat juga mengandung lemak tak jenuh mono yang dikenal dapat membantu menurunkan kolesterol jahat serta membenatu menjaga kesehatan jantung. Selain itu, ditinjau dari segi kandungan seratnya, alpukat sangat bermanfaat untuk membantu mengurangi resiko kanker dan serangan jantung.
Bagaimana Cara Memilih Buah Alpukat?
Ketika membeli buah alpukat, pastikan Anda memilih yang kulitnya berwarna hijau tua dengan permukaan yang tidak rata. Buah yang bagus juga biasanya agak kenyal ketika ditekan. Ketika alpukat dibelah dua, maka warna daging yang baik biasanya hijau dan berubah menjadi seperti kuning mentega semakin ke arah bijinya.
Cara Terbaik untuk Mengolah Alpukat sebagai MPASI
Cara terbaik untuk mengolah alpukat adalah dengan tanpa dimasak terlebih dulu. Anda tinggal mengeruk daging buahnya hingga menjadi potongan-potongan kecil. Jika Anda ingin menyimpannya dalam freezer, maka sebaiknya dismpan dalam keadaan potongan seperti itu. Baru ketika akan diberikan kepada bayi Anda, alpukatnya dilumatkan. Dengan begini, dia tidak akan mudah berubah warnanya menjadi coklat.
Oya, untuk melumatkan alpukat, Anda tidak perlu menggunakan blender ya, cukup dengan garpu saja dan ia akan mudah hancur kok (kecuali jika Anda ingin membuat pure atau krim)!
Contoh Resep Sederhana
Pure Alpukat-Pisang (mulai usia 6 bulan)
Kerok daging 1-2 buah alpukat, lumatkan dengan garpu. Kupas 1 buah pisang dan lumatkan dengan garpu. Untuk membuat pure yang berbentuk krim, Anda bisa menggunakan blender atau food processor sehingga kehalusan teksturnya sesuai dengan yang Anda inginkan. Tidak perlu dimasak.
Salad Buah (usia 6-8 bulan)
3-4 buah alpukat matang
3-4 buah pisang matang
3-4 buah pir (yang sudah dikukus)
2 sendok yogurt (untuk usia > 8 bulan)
Pastikan kulit buah sudah Anda kupas semua, potong-potong kecil dan masukkan ke dalam blender atau food processor, kemudian haluskan. Jika bayi Anda berusia lebih dari 8 bulan, tambahkan sekitar 2 sendok yogurt jika Anda mau.
Jika bayi Anda sudah bisa memegang makanan sendiri, maka cara lain untuk membuat salad buah ini adalah dengan memotong-motong setiap jenis buah dengan ukuran dadu, kemudian tuangkan yogurt ke atasnya dan biarkan bayi Anda memakannya sendiri sebagai makanan tambahan.
Krim Alpukat Mangga (usia 8-10 bulan)
1 cangkir mangga yang sudah dipotong-potong
1 buah alpukat, potong-potong sebesar dadu
Yogurt rasa vanilla/murni atau air atau Jus apel/pir*
*Jika bayi Anda tidak mengkonsumsi yogurt dan atau Anda tidak ingin memakai jus, Anda tinggal mengupas, memotong dan melumatkan buah mangga dengan sedikit air sehingga mencapai kekentalan yang cocok untuk si kecil.
Lumatkan alpukat dan mangga hingga halus. Tambahkan yogurt atau air atau jus. Kocoklah dengan menggunakan alat pengocok telur secara manual, hingga bentuknya seperti krim.
Jika bayi Anda sudah bisa memegang makanan sendiri, Anda juga bisa menyajikannya dalam bentuk potongan dadu atau seukuran yang bisa dipegang oleh si kecil.
Jika Anda ingin berekspresi sendiri dengan alpukat dan membuat variasi menu lainnya, berikut beberapa bahan makanan yang cocok untuk digunakan:
Pisang
Pir
Apel
Ayam
Yogurt
Selamat mencoba!
sumber;www.tipsbayi.com
Selengkapnya...
10 Petanda Anak Cerdas
Setiap orangtua pastilah menginginkan anaknya cerdas, ada beberapa ciri-ciri buah hati Anda memiliki kepintaran dibandingkan yang lainnya.
Menurut American Association of Gifted Children, Duke University, Durham, North Carolina (AS), berikut ini beberapa ciri-ciri anak cerdas.
1. Mampu membaca di usia dini. Daya ingat yang sangat baik serta kemampuan untuk belajar dengan cepat, membuat mereka mampu membaca pada usia yang sangat dini.
2. Mampu berjalan dan bicara di usia dini. Kemampuan koordinasi tubuh berkembang lebih cepat, memudahkan mereka belajar berjalan.
3. Aktif bertanya. Anak cerdas umumnya cepat bosan sehingga selalu ingin tahu tentang hal-hal baru –yang membuat mereka menjadi penanya yang sangat aktif dan seringkali sangat kritis serta sangat “bermakna”, sehingga membutuhkan penjelasan yang cukup rinci.4. Aktif berargumentasi. Karena kemampuan berpikir analitisnya berkembang pesat, mereka senang mengemukakan pendapat serta gagasan, berdebat dan mampu mengekspresikan diri dengan baik.
5. Tulisan tangannya tidak rapi. Karena jalan pikiran mereka jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan gerak tangannya untuk menuliskan hal-hal yang dipikirkan.
6. Sensitif. Baik secara emosi maupun fisik –mereka bisa menunjukkan reaksi berlebihan terhadap sesuatu di lingkungan.
7. Mampu berpikir kreatif. Senang dengan tantangan yang mengharuskan mereka menciptakan sesuatu yang baru serta menyelesaikan masalah dengan cara yang tidak umum.
8. Energik. Anak yang penuh vitalitas, sepertinya tak kenal lelah, sehingga biasanya tidak mau tidur siang dan susah disuruh tidur meski sudah larut malam.
9. Senang bereksperimen. Daya kreativitas yang sangat tinggi, membuat mereka sangat suka mencoba melakukan berbagai hal baru, yang mungkin cukup ekstrim.
10. Senang mengamati. Minat yang sangat tinggi untuk belajar tentang berbagai macam hal, menjadikan mereka pengamat yang baik –dan memiliki rentang perhatian yang panjang. (ayahbunda)
Selengkapnya...
8 Makanan Penjaga Daya Ingat
Seiiring bertambahnya usia kemampuan daya ingat akan menurun. Ada baiknya perbanyak konsumsi makanan alami untuk mencegah kepikunan dini. Seperti tomat, kuaci, atau brokoli. Kandungan nutrisinya bikin daya ingat tetap terjaga ketajamannya.
Penyakit yang kini banyak ditakuti orang adalah penurunan fungsi otak secara tajam di saat usia menjelang tua. Salah satunya adalah Alzheimer. Penyakit ini dapat melemahkan daya ingat secara drastis yang membuat orang tidak bisa berbuat apa – apa.
Ada sejumlah bahan makanan yang dianjurkan, untuk dimakan secara rutin agar daya ingat tetap terjaga dengan baik.
Gandum
Makan gandum beserta olahanya seperti sereal, wheatbrand,dan pasta gandum memberikan vitamin B12 dan B6 yang bisa meningkatkan dan mempertahan daya ingat. Juga beresiko lebih rendah dari penurunan kognitif ringan yang dapat berkembang menjadi penyakit Alzheimer. Minyak ikan
Jenis ikan seperti mackarel, tuna, salmon, dan jenis ikan laut lainnya memiliki minyak dengan sumber asam lemak omega3 yang dibutuhkan oleh otak. Selain asam lemak omega-3, ikan-ikan ini juga mengandung docosahexaenoic acid (DHA) dan yodium yang bagus untuk syaraf otak dan mengasah daya ingat lebih tajam.
Blueberry
Menurut penelitian Tufts University dan Journal of Neuroscience, ekstrak blueberry dapat membantu memelihara serta meningkatkan daya ingat dan fungsi otak.
Tomat
Tomat kaya akan Lycopene dan antioksidan yang bisa membantu melindungi terhadap jenis kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas yang diakibatkan karena faktor usia.
Blackcurrant
Vitamin C pada Blackcurrent sudah dikenal memiliki kekuatan untuk meningkatkan ketangkasan mental dalam berfikir. Mampu menjaga otak dari racun dari lingkungan ataupun makanan, sehingga bisa mencegah terjadinya penurunan daya ingat.
Kuaci biji labu
Kuaci yang berasal dari biji labu memiliki kandungan zinc yang baik untuk meningkatkan dan memelihara ketajaman otak dan pikiran.
Brokoli
Brokoli merupakan sumber vitamin K, yang dikenal baik untuk meningkatkan fungsi kognitif serta kemampuan otak dalam berfikir.
Kacang-kacangan
Menurut the American Journal of Epidemiology, kacang atau pun selai kacang mengandung lemak yang baik untuk tubuh. Selain itu, kacang juga menjadi sumber vitamin E tinggi yang bisa menjaga tubuh tidak hanya dari serangan jantung tapi juga memperbaiki untuk sistem kerja otak. (detik)
Selengkapnya...
Sabtu, 25 Juni 2011
Brain Food : 10 Makanan Terbaik untuk Kecerdasan
INGIN anak Anda cemerlang di sekolah? Cobalah untuk memperhatikan dengan jeli kebutuhan gizi dan nutrisi mereka setiap hari. Selain itu, ada baiknya pula memasukan 10 jenis makanan terbaik berikut ini. Makanan yang dijuluki “Brain Food” ini diyakini dapat merangsang pertumbuhan sel-sel otak, memperbaiki fungsinya, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi berpikir anak-anak.
1. Salmon
Ikan berlemak seperti salmon merupakan sumber terbaik asam lemak omega-3 – DHA and EPA – yang keduanya penting bagi pertumbuhan dan perkembangan fungsi otak. Riset terbaru juga menunjukkan bahwa orang yang memperoleh asupan asam lemak lebih banyak memiliki pikiran lebih tajam dan mencatat hasil memuaskan dalam uji kemampuan. Menurut para ahli walaupun tuna mengandung asam omega-3, namun ikan ini tidaklah sekaya salmon.
2. Telur
Telur dikenal sebagai sumber penting protein yang relatif murah dan harganya cukup terjangkau. Bagian kuning telur ternyata padat akan kandungan kolin, suatu zat yang dapat membantu perkembangan memori atau daya ingat.
3. Selai kacang
“Kacang tanah (peanut) dan selai kacang merupakan salah satu sumber vitamin E. Vitamin ini merupakan antioksidan yang dapat melindungi membran-membran sel saraf. Bersama thiamin, vitamin E membantu otak dan sistem saraf dalam penggunaan glukosa untuk kebutuhan energi.
4. Gandum murni
Otak membutuhkan suplai atau sediaan glukosa dari tubuh yang sifatnya konstan. Gandum murni memiliki kemampuan untuk mendukung kebutuhan tersebut. Serat yang terkandung dalam gandum murni dapat membantu mengatur pelepasan glukosa dalam tubuh. Gandum juga mengandung vitamin B yang berfungsi memelihara kesehatan sistem saraf.
5. Oat/Oatmeal
Oat merupakan salah satu jenis sereal paling populer di kalangan anak-anak dan kaya akan nutrisi penting bagi otak. Oat dapat menyediakan energi atau bahan bakar untuk otak yang sangat dibutuhkan anak-anak mengawali aktivitasnya di pagi hari. Kaya akan kandungan serat, oat akan menjaga otak anak terpenuhi kebutuhannya di sepanjang pagi. Oat juga merupakan sumber vitamin E, vitamin B, potassium dan seng — yang membuat tubuh dan fungsi otak berfungsi pada kapasitas penuh. 6. Berry
Strawberry, cherry, blueberriy dan blackberry. Secara umum, semakin kuat warnanya, semakin banyak nutritisi yang di kandungnya. Berry mengandung antioksidan kadar tinggi, khususnya vitamin C, yang berfaedah mencegah kanker.
Beberapa riset menunjukkan mereka yang mendapatkan ekstrak blueberry dan strawberry mengalami perbaikian dalam fungsi daya ingatnya. Biji dari buah berri ini juga ternyata kaya akan asam lemak omega-3.
7. Kacang-kacangan
Kacang adalah makanan spesial sebab makanan ini memiliki energi yang berasal dari protein serta karbohidrat kompleks. Selain itu, kacang kaya akan kandungan serat, vitamin dan mineral. Kacang juga makanan yang baik untuk otak karena mereka dapat mempertahankan energi dan kemampuan berpikir anak-anak pada puncaknya di sore hari jika dikonsumsi saat makan siang.
Menurut hasil penelitian, kacang merah dan kacang pinto mengandung lebih banyak asal lemak omega 3 daripada jenis kacang lainnya — khususnya ALA – jenis asal omega-3 yang penting bagi pertumbuhan dan fungsi otak .
8. Sayuran berwarna
Tomat, ubi jalar merah, labu, wortel, bayam adalah sayuran yang kaya nutrisi dan sumber antioksidan yang akan membuat sel-sel otak kuat dan sehat.
9. Susu dan Yogurt
Makanan yang berasal dari produk susu mengandung protein dan vitamin B tinggi. Dua jenis nutrisi ini penting bagi pertumbuhan jaringan otak, neurotransmitter dan enzim. Susu dan yogurt juga bisa membuat perut kenyang karena kandungan protein dan karbohidratnya sekaligus menjadi sumber energi bagi otak.
Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa anak-anak dan remaja membutuhkan lebih banyak vitamin D bahkan 10 kali dari dosis yang direkomendasikan. Vitamin D adalah vitamin yang juga penting bagi sistem saraf otot dan siklus hidup sel-sel manusia secara keseluruhan.
10. Daging sapi tanpa lemak
Zat besi adalah jenis mineral esensial yang akan membantu anak-anak tetap berenergi dan berkonsentrasi di sekolag. Daging sapi tanpa lemak adalah salah atu sumber makanan yang mengandung banyak zat ebsi. Dengan hanya mengonsumsi 1 ons per hari, maka tubuh Anda akan terbantu dalam penyerapan zat besi darai sumrbe lainnya. Daging sapi juga mengandung mineral seng yang dapat membantu memelihara daya ingat .
Khsusus bagi yang vegetarian, Anda dapat memanfaatkan kacang hitam dan burger kedelai sebagai pilihan. Kacang-kacangan adalah adalah sumber penting zat besi nonheme — tipe zat besi yang membutuhkan vitamin C untuk di serap oleh tubuh . Mengonsumsi tomat , jus jeruk, strawberry dan kacang-kacangan juga dapat dipilih sebagai upaya mencukupi kebutuhan zat besi.
Sumber : WebMD https://babyorchestra.wordpress.com
Selengkapnya...
Selasa, 31 Mei 2011
SUSU FORMULA KHUSUS ALERGI YANG BEREDAR DI INDONESIA
Formula sintetis asam amino
*
Neocate adalah sintetis asam amino 100% yang merupakan bahan dasar susu formula hipoalergenik. Rasa susu formula ini relatif lebih enak dan lebih bisa rasanya lebih bisa diterima oleh bayi pada umumnya, tetapi harganya sangat mahal.
*
Neocate digunakan untuk mengatasi gejala alergi makanan persisten dan berat. Seperti Multiple Food Protein Intolerance, alergy terhadap extensively hydrolysed formulae, alergi makanan dengan gangguan kenaikkan berat badan, alergi colitis, GER yang tidak berespon dengan terapi standar. Multiple food protein intolerance atau MFPI didefinisikan sebagai intoleransi terhadap lebih dari 5 makanan utama termasuk EHF (extensive Hydrolysa Milk) dan susu formula soya.
*
MFPA (Multiple food protein allergy) didefinisikan sebagai alergi lebih dari 1 makanan dasar seperti susu, tepung, telur dan kedelai. Susu ini juga digunakan sebagai placebo dalam DBPCFC untuk mendiagnosis alergi susu sapi
SUSU SOYA (ISOLAT KEDELAI)
*
Susu formula soya adalah salah satu susu formula pengganti bagi bayi dan anak yang mengalami alergi terhadap protein susu sapi. Susu formula soya juga bebas laktosa yang aman dipakai oleh bayi dan anak yang memerlukan diet bebas laktosa.
*
Soya menggunakan isolat protein kedelai sebagai bahan dasar. Isolat protein kedelai tersebut memiliki kandungan protein tinggi yang setara dengan susu sapi.
*
Seperti halnya pada ASI, kalsium dan fosfor pada susu formula soya memiliki perbandingan 2: 1 untuk menunjang pembentukan tulang dan gigi yang kuat. Susu formula ini juga ada yang mengandung asam lemak esensial, yaitu Omega 6 dan Omega 3 dengan rasio yang tepat sebagai bahan dasar pembentukan AA & DHA untuk tumbuh kembang otak yang optimal.
*
Karbohidrat pada formula soya adalah maltodextrin, yaitu sejenis karbohidrat yang dapat ditoleransi oleh sistem pencernaan bayi yang terluka saat mengalami diare ataupun oleh sistem pencernaan bayi yang memang alergi terhadap susu sapi. Susu formula soya (kedelai) kurang lebih sama manfaat nutrisinya dibandingkan formula hidrolisat ekstensif, tetapi lebih murah dan rasanya lebih familiar.
*
Pada penelitian yang dilakukan terhadap 170 bayi alergi susu sapi didapatkan susu soya bisa diterima oleh sebagian besar bayi dengan alergi susu sapi baik IgE dan Non IgE . Perkembangan IgE berkaitan dengan susu soya termasuk jarang.
*
Susu soya direkomendasikan untuk alternatif pilihan pertama pada penderita alergi susu sapi pada usia di atas 6 bulan. Tetapi bukan berarti penelitian ini merubah pemberian susu formula soya di bawah usia 6 bulan. Anak yang mengalami alergi susu sapi, ternyata didapatkan sekitar 30 – 40% mengalami alergi susu soya.
SUSU EKSTENSIF HIDROLISAT LAINNYA
*
Alternatif pengganti pada alergi susu sapi adalah susu formula yang mengandung protein susu sapi hidrolisa (melalui pemrosesan khusus).
*
Susu formula ini rasanya memang tidak begitu enak dan relatif lebih mahal.. Protein Whey sering lebih mudah di denaturasi (dirusak) oleh panas dibandingkan protein kasein yang lebih tahan terhadap panas. Sehingga proses denaturasi whey dapat diterima oleh penderita alergi susu sapi, seperti susu sapi evaporasi.
*
European Society of Paediatric Allergy dan Clinical Immunology (ESPACI) mendefinisikan formula ekstensif hidrolisa adalah formula dengan bahan dasar protein hidrolisa dengan fragmen yang cukup kecil untuk mencegah terjadinya alergi pada anak.
*
Formula ekstensif hidrolisa akan memenuhi criteria klinis bila secara klinis dapat diterima 90% oleh penderita proven IgE-mediated alergi susu sapi (95% confidence interval) seperti yang direkomendasikan American Academy of Paediatrics Nutritional Committee.
*
Sejauh ini sekitar 10% penderita alergi susu sapi dapat menimbulkan reaksi terhadap susu formula ekstensif hidrolisa. Secara pasti penderita yang alergi terhadap formula ekstensif hidrolisa belum diketahui, diperkirakan lebih dari 19%. Pengalaman penggunaan hidrolisa kasein telah dilakukan hampir 50 tahun lebih,
*
Beberapa penelitian menunjukkan sangat efektif untuk penderita alergi susu sapi. Susu Hidrolisa kasein yang terdapat dipasaran adalah Pregestimil (Mead Johnson). Sedangkan hidrolisa whey dalam waktu terakhir ini mulai dijadikan alternatif, dan tampaknya toleransi secara klinik hampir sama dengan hidrolisa kasein. Beberapa contoh susu hidrolisa whey adalah Pepti- Junior (Nutricia). Protein Whey lebih mudah didenaturasi dengan suhu panas tetapi kasein sangat tahan panas
SUSU PARSIAL HIDROLISA
*
Susu formula parsial hidrolisa masih mengandung peptida cukup besar sehingga masih berpotensi untuk menyebabkan reaksi alergi susu sapi. Susu ini tidak direkomendasikan untuk pengobatan atau pengganti susu untuk penderita alergu susu sapi.
*
Susu hipoalergenik atau rendah alergi ini contohnya NAN HA, NUTRILON HA dan Enfa HA. Susu ini direkomendasikan untuk penderita yang beresiko tinggi alergi sebelum menunjukkan adanya gejala alergi. Penelitian menunjukkan pemberian Formula hidrolisa Parsial mengurangi onset gejala alergi yang dapat ditimbulkan.
*
Kesalahan yang sering terjadi susu hipoalergenik bukan pengganti sebagai alergi susu sapi, tetapi hanya sebagai pencegahan. Banyak kasus ditemui anak dianggap atau dicurigai alergi susu sapi lansung direkomendasikan hipoalergenik parsial.
PARSIAL HIDROLISA DAN BEBAS LAKTOSA
* Susu parsial hidrolisat lainnya adalah VITALAC BL. Susu formula jenis ini relatif unik. Produsen susu formula khusus ini khabarnya awalnya mengkonsep untuk penggunaan hipoalergenik, tetapi karena berbagai hal maka dialihkan menjadai susu penderita sensitif pencernan seperti diare dan sebagainya.
* Penelitian pendahuluan yang di lakukan Children Allergy Clinic didapatkan bahwa beberapa bayi yang tidak toleran atau tidak cocok dengan susu hipoalergenik parsial dengan menggunakan susu ini 80% dapat di toleransi dengan baik. Bahkan yang agak unik, pada beberapa kasus dengan susu ekstensif hidrolisat dibandingkan dengan penggunaan susu ini ternyata mempunyai respon yang lebih baik. Temuan awal ini mungkin adapat dilakukan penelitian lebih jauh tentang penggunaan susu vitalac BL sebagai alternatif penggunaan susu hipoalergenik.
DIAGNOSIS ALERGI SUSU SAPI
* Diagnosis alergi susu sapi adalah suatu diagnosis klinis berupa anamnesis yang cermat, mengamati tanda atopi pada pemeriksaan fisis, pemeriksaan imunoglobulin E total dan spesifik susu sapi.
* Untuk memastikan alergi susu sapi harus menggunakan provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). DBPCFC yang menjadi gold standard atau baku emas. Namun cara DBPCFC tersebut sangat rumit dan membutuhkan waktu, tidak praktis dan biaya yang tidak sedikit. Beberapa pusat layanan alergi anak melakukan modifikasi terhadap cara itu. Children Allergy Clinic melakukan modifikasi dengan cara yang lebih sederhana, murah dan cukup efektif. Modifikasi DBPCFC tersebut dengan melakukan “Eliminasi Provokasi Makanan Terbuka Sederhana”.
* Anamnesis atau mengetahui riwayat gejala dilihat dari jangka waktu timbulnya gejala setelah minum susu sapi atau makanan yang mengandung susu sapi. Harus diketahui riwayat pemberian makanan lainnya termasuk diet ibu saat pemberian ASI dan pemberian makanan pendamping lainnya. Harus diketahui juga gejala alergi asma, rinitis alergi, dermatitis atopik, urtikaria, alergi makanan, dan alergi obat pada keluarga (orang tua, saudara, kakek, nenek dari orang tua), dan pasien sendiri.
* Gejala klinis pada kulit seperti urtikaria, dermatitis atopik, ras. Saluran napas: batuk berulang terutama pada malam hari, setelah latihan asma, rinitis alergi. Gangguan saluran cerna, muntah, diare, kolik dan obstipasi. Pemeriksaan fisik yang mungkin didapatkan hádala ada kulit tampak kekeringan kulit, urtikaria, dermatitis atopik allergic shiner’s, Siemen grease, geographic tongue, mukosa hidung pucat, dan wheezing (mengi).
PITFALL DIAGNOSIS
* Pitfall terjadi pada awal penentuan diagnosis dilakukan hanya berdasarkan data laboratorium baik tes kulit atau IgE spesifik terhadap susu sapi. Padahal baku emas diagnosis adalah dengan melakukan menggunakan provokasi makanan secara buta (Double Blind Placebo Control Food Chalenge = DBPCFC). Penelitian yang dilakukan penulis terungkap bahwa 25 anak dengan hasil IgE spesifik terhadap susu sapi positif, ternyata setelah dilakukan elimisasi provokasi terbuka sekitar 48% dapat toleran terhadap susu sapi “nutrien dense”, 40% toleran terhadap susu sapi evaporasi, 24% toleran terhadap susu formula sapi biasa.
* Pitfall diagnosis juga sering terjadi hanya berdasarkan anamnesa tanpa pemeriksaan penunjang dan DBPCFC. Bila anamnesis tidak cermat sering terjadi kesalahan karena faktor yang mempengaruhi gejala yang timbul bukan hanya protein susu sapi. Reaksi simpang yang terjadi dapat juga diakibatkan oleh beberapa kandungan tambahan yang ada di dalam susu formula dan reaksi yang ditimbulkan karena diet ibu saat pemberian ASI. Faktor lain yang memicu timbulnya gejala adalah faktor terjadinya infeksi pada anak. Saat terjadi infeksi seperti batuk, pilek atau panas sering memicu timbulnya gejala alergi. Misalnya saat infeksi saluran napas akut pada penderita alergi sering disertai gejala diare, muntah dan dermatitis.
* Terlalu cepat memastikan suatu anak menderita alergi susu sapi biasanya didasarkan ketidakcermatan dalam menganalisa permasalahan kesehatan pada penderita. Dalam menentukan kecurigaan apakah suatu anak mengalami alergi susu sapi diperlukan ketelitian dan kecermatan. Bila anak minum PASI (Pengganti Air Susu Ibu) dan ASI (Air Susu Ibu), harus cermat dalam menentukan penyebab gangguan tersebut. Dalam kasus tersebut, PASI atau ASI dapat dicurigai sebagai penyebab alergi. Pada pemberian ASI, diet yang dimakan ibunya dapat mempengaruhi bayi. Bila pemberian PASI sebelumnya sudah berlangsung lebih dari 1 – 2 minggu tidak terdapat gangguan, kemungkinan susu formula sapi tersebut bukan sebagai penyebab alergi. Harus diperhatikan apakah diet ibunya sebagai penyebab alergi.
* Kadang ada beberapa anak dengan susu formula sapi yang satu tidak cocok tetapi susu formula sapi lainnya bisa diterima. Hal inilah yang menunjukkan bahwa komposisi dan kandungan lain di dalam susu formula tersebut yang ikut berperanan. Faktor yang berpengaruh mungkin saja karena perbedaan dalam proses pembuatan bahan dasar susu sapi. Dengan pemanasan dan proses tertentu yang berbeda beberapa kandungan protein tertentu yang mengganggu akan menghilang.
* Sebagian besar alergi susu sapi pada bayi adalah tipe cepat yang diperan oleh IgE dan gejala utama adalah ras kulit, eritema perioral, angioedema, urtikaria dan anafilaksis. Sedangkan bila gejala lambat pada saluran cerna berupa muntah, konstipasi dan diare dan gangguan kulit dermatitis herpertiformis biasanya bukan diperani oleh IgE. Peranan Non IgE inilah biasanya disebabkan bukan oleh kandungan protein susu sapi.. Melihat berbagai jenis kandungan protein dalam susu sapi dan beberapa zat tambahan seperti AA, DHA, sumber komponen lemak (minyak safflower, minyak kelapa sawit, minyak jagung, minyak kedelai) atau aroma rasa (coklat, madu dan strawberi). Masing masing kandungan tersebut mempunyai potensi berbeda sebagai penyebab alergi atau reaksi simpang dari susu formula..
* Kandungan DHA dalam susu formula kadang dapat mengakibatkan gangguan pada anak tertentu berupa gangguan kulit. Sedangkan kandungan minyak kelapa sawit dapat mengakibatkan gangguan saluran cerna berupa konstipasi. Aroma rasa susu seperti coklat sering menimbulkan reaksi batuk atau kosntipasi. Begitu juga kandungan lemak tertentu, minyak jagung dan laktosa pada susu formula tersebut dapat mengakibatkan manifestasi yang hampir sama dengan alergi susu sapi. Bila gangguan akibat susu formula tersebut hanya ringan mungkin penggantian susu sapi formula tanpa DHA atau susu sapi formula tertentu keluhannya dapat berkurang. Jadi bila ada keluhan dalam pemakaian susu sapi formula belum tentu harus diganti dengan susu soya atau susu hidrolisat. Tapi bila keluhannya cukup berat mungkin penggantian susu sapi formula tersebut perlu dipertimbangkan untuk pemberian susu soya atau hidrolisat protein.
* Bayi atau anak yang sebelumnya telah mengkonsumsi salah satu jenis susu sapi dan tidak mengalami keluhan dalam waktu lebih 2 minggu. Biasanya setelah itu tidak akan mengalami alergi susu yang sama dikemudian hari. Hal ini sering disalah artikan ketika anak mengalami gejala alergi, kemudian susunya diganti. Padahal sebelumnya anak telah beberapa bulan mengkonsumsi susu yang diganti tersebut tanpa keluhan. Sering terjadi saat terjadi gangguan terdapat faktor penyebab lainnya. Riwayat pemberian makanan lainnya atau adanya infeksi yang diderta anak saat itu dapat menimbulkan gejala yang sama. Kasus yang seperti ini menunjukkan bahwa kita harus cermat dan teliti dalam mencurigai apakah seorang anak alergi susu sapi atau bukan.
* Pitfal penanganan yang sering terjadi adalah saat gejala alergi timbul, penderita paling sering direkomendasikan oleh para klinisi adalah pemberian susu partial hidrolisa. Padahal relkomendasi yang seharusnya diberikan adalah susu formula ekstensif hidrolisat atau susu soya, Pemberian partial hidrolisa secara klinis hanya digunakan untuk pencegahan alergi bagi penderita yang beresiko alergi yang belum timbul gejala. Meskipun demikian pada beberapa kasus gejala alergi ringan ternyata pemberian susu parsial hidrolisa bisa bermanfaat.
* Pemberian obat anti alergi baik peroral atau topikal bukan merupakan jalan keluar yang terbaik untuk penanganan jangka panjang. Pemberian anti alergi jangka panjang merupakan bukti kegagalan dalam mengidentifikasi penyebab alergi.
CARA PEMILIHAN SUSU PENDERITA ALERGI
* Pemberian susu adalah merupakan masalah yang tersendiri pada penderita alergi. Untuk menentukan penderita alergi susu sapi pilihan utama adalah susu ektensif hidrolisat. Tetapi beberapa penderita juga bisa toleran terhadap susu soya. Beberapa bayi dengan gejala alergi yang ringan dapat mengkonsumsi susu hodrolisat parsial. Meskipun sebenarnya susu ini untuk pencegahan alergi bukan untuk pengobatan.
* Secara klinis dan laboratoris seringkali sulit untuk memastikan anak menderita alergi susu sapi. Tidak mudah untuk menentukan pemilihan susu yang terbaik untuk anak tersebut. Seringkali sulit memastikan apakah seseorang alergi susu sapi atau intoleransi atau bereaksi terhadap kandungan tertentu dari kandungan yang ada di dalam formula. Dalam menghadapi kasus seperti ini klinik Children Allergy Clinic Jakarta melakukan eliminasi provokasi terbuka sederhana. Secara awal penderita diberikan susu ekstensif hidrolisat. Bila gejala alergi membaik selanjutnya dilakukan provokasi formula berturut turut yang lebih beresiko seperti soya, parsial hidrolisat, dan susu formula yang minimal kandungan AA, DHA, minyak kelapa sawit dan sebagainya. Formula yang paling tepat adalah yang tidak menimbulkan gangguan. Bila timbul gejala pada salah satu formula tersebut kita harus pilih formula satu tingkat lebih aman di atasnya. Bila susu parsial hidrolisa dan soya timbul gangguan dilakukan provokasi terhadap susu laktosa dan lemah rantai tunggal (Monochain Trigliceride/MCT).
* Banyak keraguan terhadap kualitas gizi susu pengganti susu sapi. Keraguan tersebut seperti “soya tidak menggemukkan”, “susu hipoalergenik tidak mebuat anak pintar karena tidak mengadung DHA” dan sebagainya. Secara umum semua susu formula yang beredar secara resmi kandungan gizinya sama. Karena mengikuti standard RDA (Recomendation Dietery Allowence) dalam jumlah kalori, vitamin dan mineral harus sesuai dengan kebutuhan bayi dalam mencapai tumbuh kembang yang optimal. Keraguan bahwa susu formula tertentu tidak menggemukkan tidak beralasan karena kandungan kalori, vitamin dan mineral tidak berbeda. Penggunaan apapun merek susu formula yang sesuai kondisi dan usia anak selama tidak menimbulkan gangguan fungsi tubuh adalah susu yang terbaik untuk anak tersebut. Bila ketidakcocokan susu sapi terus dipaksakan pemberiannya, akan mengganggu fungsi tubuh terutama saluran cerna sehingga membuat gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak..
* British Nutrition Foundation, ESPGAN (European Society for Pediatric Gastroenterology and Nutrition), WHO (World Health Organization) dan FAO (Food Agriculture Organization) merekomendasikan penambahan DHA dan AA hanya perlu untuk susu formula bayi prematur. Secara teoritis dan bukti klinis penambahan tersebut hanya bermanfaat untuk bayi prematur, karena belum bisa mensintesa AA dan DHA secara baik. Penambahan AA dan DHA secara langsung tidak terlalu penting karena sebenarnya tubuh bayi cukup bulan sudah bisa mensitesa atau memproduksi sendiri AA dan DHA dari asam lemak esessial lain.
Provided by
children’s ALLERGY CLINIC
JL TAMAN BENDUNGAN ASAHAN 5 JAKARTA PUSAT, JAKARTA INDONESIA 10210
PHONE : (021) 70081995 – 5703646
htpp://www.childrenallergyclinic.wordpress.com/
Clinical and Editor in Chief :
WIDODO JUDARWANTO
email : judarwanto@gmail.com,
Selengkapnya...
Jumat, 15 April 2011
Bayi Alergi Susu Sapi
Jika Anda curiga bayi Anda memiliki alergi susu sapi, segera konsultasikan dengan dokter Anda tentang jenis pemeriksaan yang harus dilakukan dan alternatif untuk susu formulanya. Namun tidak ada salahnya jika kita sedikit mengupas dasar-dasar mengenai gangguan kesehatan yang satu ini…Bagaimana Proses Alergi Terjadi
Alergi susu sapi terjadi ketika sistem kekebalan (immune system) tubuh si bayi salah dalam menilai, sehingga ia menyangka susu sapi merupakan sesuatu yang membahayakan dan ia bereaksi untuk melawannya. Ini akhirnya memicu reaksi alergi, yang menyebabkan si bayi rewel, gelisah, serta timbul gejala-gejala alergi lainnya.
Oh ya, hampir seluruh bayi yang alergi susu sapi ternyata juga alergi terhadap susu kambing dan domba. Sebagian kecil lagi juga ternyata alergi terhadap protein yang terdapat dalam susu kedelai.
Statistik juga menunjukkan bahwa bayi yang menerima ASI Eksklusif memiliki resiko alergi susu sapi yang lebih rendah dibandingkan dengan yang mengkonsumsi susu formula. Para ahli mempercayai bahwa kelainan ini berkaitan dengan keturunan dan biasanya memang akan menghilang setelah si kecil berusia 3-5 tahun.
Gejala Alergi Susu Sapi
Gejala alergi susu sapi biasanya mulai muncul pada beberapa bulan pertama usia si bayi. Gejala ini bisa timbul langsung setelah meminum susu sapi, atau bisa hingga 7-10 hari sesudahnya. Yang terakhir ini lebih sering terjadi.
Diantara gejala yang timbul setelah 7-10 hari adalah:
1.Feses yang cair, kemungkinan mengandung darah
2.Muntah
3.Gelisah
4.Ruam atau bercak merah pada kulit
Biasanya memang lebih sulit terdeteksi, karena hampir sama dengan gejala gangguan kesehatan lainnya.
Pada alergi yang timbul langsung saat bayi meminum susu sapi, gejalanya antara lain:
1.Gelisah
2.Muntah
3.Pembengkakan
4.Nafas yang berdesing
5.Gatal-gatal dan ruam merah pada kulit
6.Diare disertai darah
Mendiagnosa Alergi Susu Sapi
Jika Anda mencurigai adanya alergi susu sapi pada bayi Anda, maka segeralah hubungi dokter Anda. Dia akan bertanya tentang adanya gangguan ini pada keluarga Anda dan akhirnya melakukan pemeriksaan langsung. Biasanya juga akan dilakukan beberapa jenis pemeriksaan lab, diantaranya melibatkan pemeriksaan terhadap feses, darah serta mungkin akan dimasukkan sejumlah kecil susu sapi ke bawah kulit si bayi.
Terkadang dokter akan meminta Anda menghentikan konsumsi susu sapi selama 1 minggu, kemudian setelah itu bayi Anda akan diminta untuk meminumnya sambil dilihat apakah ada reaksi setelahnya.
Jika Anda mencurigai adanya alergi susu sapi pada bayi Anda, maka segeralah hubungi dokter Anda. Dia akan bertanya tentang adanya gangguan ini pada keluarga Anda dan akhirnya melakukan pemeriksaan langsung. Biasanya juga akan dilakukan beberapa jenis pemeriksaan lab, diantaranya melibatkan pemeriksaan terhadap feses, darah serta mungkin akan dimasukkan sejumlah kecil susu sapi ke bawah kulit si bayi.
Cara Mengatasinya
Jika bayi Anda terbukti memiliki alergi susu sapi dan Anda menyusuinya, maka sangatlah penting bagi Anda sang Ibu untuk membatasi konsumsi seluruh produk yang terbuat dari susu sapi, karena protein susu sapi bisa tersalurkan melalui ASI Anda.
Jika bayi Anda meminum susu formula, dokter Anda mungkin akan meminta Anda untuk beralih ke susu formula yang terbuat dari kedelai. Jika bayi Anda alergi juga terhadap kedelai, maka bisa dicoba susu formula hipalergenik, dimana proteinnya sudah diuraikan menjadi partikel-partikel, sehingga tidak lagi dapat menyebabkan timbulnya alergi.
Setelah Anda beralih kepada susu formula yang aman, biasanya gejala alergi susu sapi akan menghilang dalam 2-4 minggu…
sumber:www.tipsbayi.com Selengkapnya...
Rabu, 13 April 2011
Awas, Susu Balita Bisa Picu Obesitas
Sebuah produsen susu formula anak untuk usia 12-36 bulan, mengklaim susu formula buatannya berisi lebih dari 25 zat tambahan untuk mendukung pertumbuhan otak dan tubuh anak. Namun, kandungan gula yang terlalu tinggi pada produk, dinilai menyebabkan obesitas pada bayi.
Juru bicara produsen susu yang populer ini, Chris Perille, menganjurkan agar menghentikan konsumsi susu formula cokelat karena sifatnya yang mempengaruhi emosional. "Pengaruhnya menyerupai permen dan hal yang tidak bermanfaat lainnya," ujarnya seperti dikutip dari laman ABCnews.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Rabu waktu setempat, produsen susu mengakui telah terjadi kesalahpahaman yang melibatkan konsumen mengenai produk tersebut.
Meski menarik produk susu cokelatnya dari pasaran, produsen ini masih akan melanjutkan menjual susu formula rasa vanila dengan kandungan gula 16-17 gram dan tiga jenis susu formula balita dan anak lainnya dengan kandungan gula 10-11 gram.
Pakar Nutrisi dan penulis 'What to Eat' Marion Nestle mengatakan produsen menambahkan bahan tertentu seperti lutein, lycopene dan beta karoten pada formula hanya meningkatkan harga susu. Hal ini tidak mempengaruhi kesehatan bayi dan balita.
"Harga susu menjadi mahal, tetapi tidak bermanfaat," katanya. Untuk itu, ia menyarankan agar anak makan menu yang bervariasi. "Tidak ada satupun makanan yang mampu memberi segalanya. Mereka harus makan berbagai jenis makanan untuk mendapat manfaat kesehatan."
Sebuah studi terbaru Institut Kedokteran menyebutkan epidemi obesitas dan diabetes tipe 2 meningkat di kalangan anak karena standar makanan yang berubah. (adi)
• VIVAnews Selengkapnya...
Selasa, 12 April 2011
Benarkah Berenang Tingkatkan Kecerdasan Anak
VIVAnews - Mengajarkan anak berenang sejak dini ternyata memiliki banyak manfaat. Selain menyehatkan, aktivitas olahraga air itu juga bermanfaat merangsang perkembangan otak anak. Tim peneliti di Queensland percaya bahwa berenang bisa meningkatkan kecerdasan anak.
Sebuah proyek penelitian Universitas Griffith menganalisa lebih 10 ribu anak lima tahun ke bawah untuk mengetahui pengaruh berenang terhadap perkembangan fisik, sosial, intelektual, dan kemampuan bahasa.
Seperti dilansir dari Times of India, Profesor Robyn Jorgensen mengatakan bahwa anak yang memiliki rutinitas berenang cenderung lebih percaya diri dibandingkan dengan anak seusianya yang tak memiliki rutinitas tersebut.
Penelitian ini sudah berjalan setidaknya dua tahun untuk merekam perkembangan anak-anak selama belajar berenang. "Data awal yang kami dapat memberikan kabar perkembangan cukup positif," katanya. "Bahkan anak-anak yang ikut sekolah berenang terlihat berkembang lebih bagus dalam kehidupannya."
Jorgensen mengatakan penelitian juga memantau 60 perenang muda yang diambil secara acak dari sejumlah sekolah di Australia untuk mendukung penelitian. Berdasarkan penelitian, anak yang sejak kecil diajarkan berenang memiliki IQ lebih tinggi dibandingkan anak yang tidak diajari berenang sejak kecil.
• VIVAnews Selengkapnya...
Cara Sederhana Atasi Bayi yang Sulit Tidur
VIVAnews - Bayi membutuhkan cukup tidur agar dapat tumbuh optimal. Tidak heran jika banyak orang yang mengatakan salah satu ciri bayi sehat adalah banyak tidur. Tetapi pada kenyataannya, tidak mudah membuat bayi unntuk terlelap.
Tidak jarang para orang tua mengalami kesulitan untuk menidurkan sang buah hati. Bayi yang susah tidur tidak saja merugikan si bayi tapi juga kurang baik bagi orang tua. Di era modern sekarang ini, hal itu menjadi kendala bagi bunda yang bekerja. Si ibu sering kurang tidur dan keletihan, yang menyebabkan kurangnya konsentrasi saat bekerja.
Tetapi, jangan kuatir. Masalah itu dapat diatasi dengan beberapa cara yang simpel seperti dikutip dari Modernmom.com:
Biasakan Rutinitas
Tidur yang teratur dan terstruktur dapat membantu bayi tertidur lebih mudah. Lakukan kebiasaan yang sama setiap hari, misalnya sehabis bayi dimandikan langsung diberi minum susu sambil ditidurkan.
Ada baiknya sambil didendangkan lagu. Begitu bayi sudah hampir terlelap, langsung letakkan ke tempat tidurnya. Bayi yang terbiasa tertidur sendiri akan melatihnya menjadi pribadi yang tenang dan juga membantu jam biologis.
Dibedong saat Tidur
Kain bedong akan membuat bayi merasa hangat dan nyaman sehingga ia mudah tertidur. Selain itu, dengan dibedong juga dapat mecegah bayi mencakar atau menyakiti wajahnya saat ia tidur.
Matikan Lampu
Suasana gelap akan membuat bayi tertidur. Cahaya lampu dapat mengalihkan perhatiannya, sebab bayi senang melihat sesuatu yang terang. Selain itu, dengan mematikan lampu saat tidur juga dapat melatihnya untuk dapat membedakan mana siang dan malam. Dengan demikian dia mengerti jika gelap maka itu waktunya tidur.
• VIVAnews Selengkapnya...
Senin, 11 April 2011
Air Putih Tidak Baik Untuk Bayi
Pasalnya, air minum dapat menyebabkan intoksikasi atau keracunan.
“Biarpun usianya masih sangat belia, bayi telah mempunyai refleks haus secara utuh atau keinginan untuk minum,” kata Dr Jennifer Anders dari Pusat Anak-anak John Hopkins, Baltimore. Yang benar adalah memberikan ASI atau susu formula ketika mereka haus.
Menurut Anders, ginjal bayi di bawah enam bulan belum siap. Sehingga jika terlalu banyak menerima air, secara otomatis akan melepaskan sodium bersama kelebihan air itu.
Sementara kehilangan sodium dapat mempengaruhi aktifitas otak. Hal ini juga merupakan gejala keracunan air, yaitu lekas marah, kantuk, dan masalah kejiwaan lainya.
Adapun gejala lainnya adalah suhu tubuh rendah, muka bengkak atau membesar, dan kejang-kejang. Seringkali beberapa gejala awal itu tak kentara, maka kejang-kejang bisa jadi petunjuk pertama untuk para orang tua.
Segera larikan anak ke rumah sakit atau puskesmas untuk mendapatkan perawatan medis sehingga dampak kejang-kejang tidak akan permanen.
Anders juga menganjurkan, selain air putih, ada baiknya jika para orangtua menghindari pemakaian susu formula yang terlalu cair atau minuman kesehatan anak-anak yang mengandung elektrolit.
Namun demikian, dalam beberapa kasus pemeberian sedikit air juga diperlukan kepada bayi yang lebih tua. Misalnya untuk sembelit atau cuaca panas.
Tetap saja, konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter anak. Sebab, lanjut Anders, ada takaran untuk memberikan air putih, mungkin hanya sekitar satu sendok makan saja.
sumber:http://kesehatan.myhendra.web.id/2010/05/air-putih-tidak-baik-bagi-bayi.html Selengkapnya...
Senin, 28 Maret 2011
Tahap Perkembangan bayi bulan demi bulan
Usia lahir hingga 1 bulan
* Mata belum bisa focus, tapi sudah belajar mengenali wajah dalam jarak dekat
* Dapat menirukan anda dalam hal menjulurkan lidah atau membuka mulut
* Secara insting akan menuju kearah susu anda dan membuka mulutnya
* Memejamkan mata atau berkedip saat ada cahaya yang kuat dan akan menutup matanya bila terlalu banyak rangsangan cahaya yang masuk
* Dalam periode 24 jam tidur 16 hingga 17 jam
* Biasanya membutuhkan perawatan setiap 2 jam, tidak terlepas dari susu ibu atau susu formula dalam jangka waktu 3 atau 4 jam
* Menangis berarti membutuhkan sesuatu (makanan, ganti popok, ketenangan atau belaian)
* Usia lahir hingga 1 bulan
* Mata belum bisa focus, tapi sudah belajar mengenali wajah dalam jarak dekat
* Dapat menirukan anda dalam hal menjulurkan lidah atau membuka mulut
* Secara insting akan menuju kearah susu anda dan membuka mulutnya
* Memejamkan mata atau berkedip saat ada cahaya yang kuat dan akan menutup matanya bila terlalu banyak rangsangan cahaya yang masuk
* Dalam periode 24 jam tidur 16 hingga 17 jam
* Biasanya membutuhkan perawatan setiap 2 jam, tidak terlepas dari susu ibu atau susu formula dalam jangka waktu 3 atau 4 jam
* Menangis berarti membutuhkan sesuatu (makanan, ganti popok, ketenangan atau belaian)
Usia 1 bulan
* Penglihatan cukup jelas dalam jarak 8 hingga 12 inchi, akan memandang wajah ibu saat disusui
* Gerakan, dalam hal menggenggam dan mengayun masih bersifat refleks
* Masih tidur lebih dari setengah hari, tapi pelan-pelan mulai lebih banyak tidur malam hari daripada di siang hari
* Senyuman pertama mungkin akan muncul di usia ini
* Menangis lebih banyak terjadi saat usia 6 minggu (hampir 3 jam sehari lebih sering lagi kalau ia kolik)
Usia 2 bulan
* Mulai mengenali wajah-wajah yang berbeda
* Dapat memegang benda dalam beberapa detik sebelum benda ittu terlepas
* Sudah mampu menoleh bila ada suara yang dating dari arah kiri atau kanan
* Masih perlu tiga atau empat kali tidur siang, dan terbangun pada malam hari untuk minum susu atau makan
* Dalam hal minum susu mungkin bervariasi dari 6 hingga 10 kali sehari
* Kadang menghentikan tangisnya sambil berharap anda menghampirinya dan memberi perhatian
Usia 3 bulan
* Gampang dan spontan dalam tersenyum
* Dapat memegang benda dan mengayunkannya
* Menjadi sangat asyik dengan tangan dan jari-jarinya
* Akan mengikuti gerak dan arah gerakan benda
* Ketika tengkurap, sudah dapat mengangkat kepalanya dan bersandar pada bahunya
* Menangis sebagai cara untuk mengkomunikasikan sekaligus menandakan kebosanan atau sedang butuh perhatian
Usia 4 bulan
* Dapat melihat ke penjuru ruangan
* Dapat berguling dengan tanpa bantuan
* Memukul-mukul air dan menendang-nendang untuk kesenangan saat sedang dimandikan
* Dapat mulai menahan kepala secara tegak
* Mulai bereksperimen dengan mengoceh
* Bisa mendengarkan musik
* Mulai tumbuh gigi
Usia 5 bulan
* Mengenali anggota-anggota keluarga dengan baik
* Akan mencondongkan dada untuk mengambil benda yang jatuh
* Mulai memegang benda, menggoyang-goyangkannya dan sering mengeksplorasinya dengan mulut
* Dapat melihat keseluruh ruangan
* Bisa bergulingan dengan tanpa bantuan
* Memukul dan menendang-nendang saat mandi
* Dapat menahan kepala secara tegak
* Bereksperimen dengan berbagai bentuk ocehan
* Mendengarkan musik
* Mulai tanda tumbuh gigi
Usia 6 bulan
* Mungkin sudah mampu duduk bila dibantu
* Dapat memutar tubuh dan menengokkan kepala
* Bila belum mulai makan makanan padat, mulai saat ini bisa dimulai
* Emosi secara keseluruhan akan muncul saat ini, mulai dari senang, sayang, dan peka terhadap humor hingga tidak sabar, takut dan tidak percaya.
* Kemungkinan bisa menambahkan beberapa konsonan pada saat mengoceh
* Bayi mungkin bisa tidur sepanjang malam dimana membuatnya bisa tidak makan atau minum selama 6 hingga 7 jam
* Ketika marah sudah bisa menenangkan diri
Usia 7 bulan
* Memulai beberapa bentuk awal merangkak
* Memulai dapat mengangkat tubuh untuk menuju kearah posisi berdiri
* Gigi sudah mulai terbentuk dan tumbuh disebagian formasi
* Dapat mengenali nama sendiri dalam rangkaian kata-kata yang kita ucapkan
* Senang sekali pada situasi social dan kegirangan dengan ditandai melonjak-lonjak saat tahu saatnya untuk bermain
Usia 8 bulan
* Merangkak maju atau mundur, kadang sambil berpegangan pada suatu benda
* Kemungkinan sudah dapat berdiri sambil bertopang pada sesuatu
* Sedikit motorik skill juga sudah berkembang seperti mengambil benda kecil dengan cara menggenggam menggunakan ibu jari dan jari lainnya
* Dapat mengingatkan kejadian yang baru lewat
* Mengerti bahwa mainan tidak hilang ketika disembunyikan, paham bahwa benda itu ada disuatu tempat tapi tidak harus tampak
* Menangis karena tidak sabar
Usia 9 bulan
* Belajar bertepuk tangan
* Belajar merembet atau mendaki sesuatu
* Memahami beberapa kata-kata, walaupun tidak bisa mengucapkannya
* Memahami ketinggian bahkan kadang takut dengan hal itu
* Ingin bermain didekat anda tetapi dalam prosesnya dia ingin mengeksplorasi sendiri mainannya tersebut secara independent
* Tidur siang mungkin turun hingga hanya dua kali sehari
Usia 10 bulan
* Mampu berjalan bila anda memegang kedua tangannya
* Duduk dari posisi berdiri
* Kadang bergoyang atau melonjak-lonjak ketika mendengarkan musik
* Menjadikan semua peralatan rumah tangga sebagai mainan
* Takut terhadap tempat-tempat yang aneh
* Mulai bagus ketika mengantisipasi kejadian, ketika lemari es dibuka ia mengharap adanya makanan, ketika anda mengambil dompet bayi anda mungkin berharap anda akan mengajaknya keluar
Usia 11 bulan
* Merambat sepanjang furniture rumah tanpa bimbingan anda
* Bisa berjinjit mengangkat tubuh diatas jari-jari kaki
* Meloncat dan membungkuk
* Memahami bahwa benda yang kecil dapat masuk ketempat yang lebih besar
* Bisa membuat suara-suara yang lebih berarti, termasuk menirukan irama
* Memahami kata jangan tetapi belum dapat meletakkannya dalam konteks yang berbeda
Usia 12 bulan
* Segera akan berdiri dan berjalan sesaat sebelum ulang tahunnya yang pertama
* Akan menirukan tindakan-tindakan seperti berbicara di telepon, menyapu lantai, mendorong trolly belanja, memberi makanan bayi dan sebagainya
* Memahami lebih banyak kata-kata yang kita ucapkan
* Kemungkinan menunjukkan secara sementara prefensi kearah salah satu orang tertentu
* Kadang menolak waktu untuk tidur baik sing ataupun malam
* Menunjukkan kasih sayang dalam bentuk tersenyum, memeluk, mencium atau tepukan dipunggung
Selengkapnya...
Selasa, 08 Maret 2011
Bahaya susu sapi
oleh Mukson Prasetyo pada 09 Maret 2011 jam 10:05
Hiromi Shinya MD, dalam bukunya, The Miracle of Enzyme, mengupas habis tentang susu. Kesimpulan ini diperolehnya dari pengamatan selama 40 tahun melakukan koloskopi sekitar 300.000 pasien dan membandingkan dengan pola makan pasien tersebut. Hampir bisa dipastikan, orang yang minum susu setiap hari, maka ususnya akan bermasalah. Buku ini diberikan kata sambutan oleh Menkes RI dan Dekan FK Unair.
Sebelum tahun 1960, penduduk Jepang tidak mengkonsumsi susu. Ternyata penduduk Jepang yang berusia lanjut tidak ada yang menderita osteoporosis. Sejak tahun 1960, di Jepang dipopulerkan mengkonsumsi susu olahan dan ternyata setelah itu dijumpai banyak sekali kasus osteoporosis. Mengapa hal ini dapat terjadi?
Susu tinggi Kalsium dipercaya lebih mudah diserap. Saat minum susu, konsentrasi kalsium dalam darah tiba-tiba meningkat. Ketika konsentrasi kalsium dalam darah meningkat, tubuh berusaha mengembalikan keadaan abnormal ini menjadi normal dengan membuang kalsium dari ginjal melalui urine. Demikian juga tubuh melepas sebagian kalsium dari tulang dan gigi. Dengan kata lain, jika Anda mencoba minum susu dengan harapan mendapatkan kalsium, hasilnya sungguh ironis, yaitu menurunnya jumlah kalsium dalam tubuh Anda secara keseluruhan. Dari empat negara susu besar, yaitu Amerika, Swedia, Denmark dan Finlandia yang banyak mengkonsumsi susu setiap harinya, ditemukan banyak kasus retak tulang panggul dan osteoporosis. Hal ini kemungkinan disebabkan Susu Tinggi Kalsium ditambahkan kalsium secara tidak alami, berbeda halnya dengan kalsium yang semula-jadi sudah ada di susu tersebut.
Sebaliknya dengan mengkonsumsi ikan-ikan kecil dan rumput laut yang selama berabad-abad dimakan oleh bangsa Jepang dan pada awalnya dianggap rendah kalsium, ternyata hampir tidak ada kasus osteoporosis di Jepang selama masa rakyat Jepang tidak minum susu.
Fakta-fakta lain tentang susu yang diperoleh adalah sebagai berikut :
.Tidak ada makanan yang lebih sulit dicerna daripada susu sapi olahan. Kasein yang banyak terdapat pada susu sapi olahan, langsung menggumpal saat memasuki lambung sehingga menjadi sangat sulit dicerna.
Komponen susu yang dijual ditoko telah dihomogenisasi dan menghasilkan radikal bebas dan telah teroksidasi. Susu yang mengandung zat lemak teroksidasi mengacaukan lingkungan dalam usus meningkatkan jumlah bakteri jahat dan merusak keseimbangan flora bakteri dalam usus.
Kebanyakan susu dipasteurisasi dengan sistem UHT (Ultra High Temperature). Pasteurisasi ini dengan memanaskan hingga suhu 120-130 derajat selama 2 detik. Enzim sensitif terhadap panas dan mulai terurai pada suhu 48 derajat dan pada suhu 115 derajat telah hancur seluruhnya.
Kadar Kasein dan Laktoferin dalam susu sapi sangat berbeda jauh dibandingkan dengan ASI. Sehingga boleh disimpulkan bahwa susu sapi memang hanya untuk anak sapi. Susu sapi murni tidak cocok dikonsumsi berketerusan bahkan digunakan sebagai makanan pengganti. Susu murni dengan pengolahan yang benar akan memberikan manfaat diberikan dalam jumlah terbatas.
Manusia dewasa tidak memiliki cukup banyak enzim laktase untuk mengurai Laktosa dalam susu. Hal ini menyebabkan susu tidak dapat diolah oleh pencernaan dengan baik, ditambah lagi dengan banyaknya komponen teroksidasi pada susu olahan menjadikan susu sangat memberatkan kerja pencernaan.
Untuk jelasnya silahkan dibaca sendiri buku The Miracle of Enzyme yang menjadi referensi dalam tulisan ini. Semoga bermanfaat.
Tambahan :
Hasil kajian dari lembaga penelitian di Malaysia, susu kambing lebih dekat dan sesuai dengan tubuh manusia. Jika diolah dengan baik bisa jadi alternatif pengganti.
Nutrisi bisa diperoleh dari makanan berkualitas dan alami seperti susu kambing, susu kedelai, madu, habbassauda, spirulina, ikan, kacang-kacangan, sayur dan buah Selengkapnya...
Kamis, 03 Maret 2011
10 CARA MENDIDIK ANAK
Menurut psikolog selama kita bisa memanfaatkan waktu , orang tua yang sibuk pasti tetap bisa membesarkan anaknya dengan baik. Karena belum tentu juga anak yang orangtuanya mempunyai seratus persen waktu di rumah, bisa memiliki kualitas fisik, jiwa dan psikologis yang lebih baik dibandingkan anak yang orangtuanya banyak waktunya habis di tempat kerja. Karena tumbuh kembang anak tidak bergantung pada lama waktu alias kuantitas orang tua bersama anaknya. Tetapi lebih kepada kualitasnya.
Ibu yang setiap hari di rumah, tapi tidak terlalu care pada tumbuh kembang anaknya, misalnya ibu asyik menonton televisi sendiri, sementara anaknya dibiarkan bermain sendiri tanpa bimbingan darinya. Tidak akan sebanding dengan ibu yang bekerja namun memanfaatkan waktunya yang terbatas secara maksimal untuk mengikuti dan membimbing tumbuh kembang anaknya.
Siapapun pasti ingin bisa menjadi orang tua yang baik. Dan untuk menjadi orang tua memang butuh belajar. Namun sayangnya, sekolah untuk menjadi orang tua belum ada. Bagaimana sebaiknya memanfaatkan waktu menjadi orang tua dengan efektif ? berikut tipsnya
1. Dekati anak, pahami karakternya
Orangtua yang baik berusaha memahami karakter anaknya. Ada anak yang sejak awal menunjukan karakter pemalu, periang. Introvert, extrovert atau penuh percaya diri. Sebaiknya perlakukan mereka sesuai dengan karakternya, dan jangan memaksakan anak untuk menjalani karakter lain. Atau memaksanya melakukan sesuatu yang dia belum merasa siap.
Misalnya memaksa anak yang pemalu untuk maju ke panggung, sementara dia belum siap. Orang tua dan guru hanya bisa menyiapkan mentalnya, namun yang bertarung mempersiapkan mental itu adalah anak itu sendiri. Daripada ‘berkelahi’ dengan anak di belakang panggung. Lebih baik beri dia waktu untuk mengelola perasaan. Di kesempatan lain, dia mungkin jadi lebih berani. Jika dipaksa, anak bisa terbebani dan stress.
Waktu serta tenaga yang anda berikan pun terbuang percuma. Untuk memahami anak, anda tentu harus dekat dengan mereka. Dan menjadikan diri anda sebagai orang dekat hingga jadi tempat curhat juga perlu trik. Jika anak sedang bermasalah, berikan rasa empati dan perhatian. Tunjukan bahwa anda peduli dan ingin dia kembali ceria. Jika karakter anak anda tertutup jangan paksa dia untuk segera to the point menceritakan masalahnya.
Anak malah semakin bungkam. Dekati sedikit demi sedikit, ajak dia ngobrol dari hati ke hati, dari situ anda bisa masuk ke pokok masalnya. Meski sibuk, jadilah pendengar yang aktif.
Jangan pura-pura mendengarkan padahal tidak dan masih bekerja. Alihkan konsentrasi ke dia atau minta untuk menunda pembicaraan sesaat lagi.
2. POSITIVE PARENTING
Terapkan positive parenting yaitu menghargai setiap perilaku baik anak sebanyak-banyaknya dan usahakan untk menghukumnya sesedikit mungkin. Jika anak melakukan kesalahan, jangan langsung dimarahi. Tapi gali alasan dia melakukannya, serta ajak dia berpikir apakah itu baik atau tidak. Bersikaplah tenang, karena pada dasarnya setiap perilaku anak adalah proses menemukan jatidiri atau identitas dirinya. Dengan cara ini, anak mengerti dan anda bebas stress. Anak usia satu sampai dua tahun adalah usia yang segala perilakunya msaih bersifat eksplorasi. Maka berikanlah kesempatan itu, karena ini sangat bermanfaat untuk perkembangan otaknya.
3. LIBATKAN DAN AJAK DISKUSI
Ingin anak yang pemberani dan punya sifat memimpin ? libatkan dalam diskusi keluarga, dengarkan dan hargai pendapatnya. Lakukan itu sejak dia kecil, agar ingatan itu tertancap di memorinya. Diskusikan banyak hal dengannya mulai dari memilih makanan, baju, berwisata ke mana, sampai sekolahnya sendiri. Hal ini penting untuk membentuk rasa percaya dirinya. Dengan kebiasaan ini, anak juga akan terbiasa dengan penyelesaian masalah secara demokratis. Mulailah melibatkan mereka ke dalam tugas-tugas rumah tangga sehari-hari, tentunya dengan menyesuaikan dengan usianya mereka. Anak biasanya akan merasa senang, jika ia merasa dibutuhkan oleh orang lain dan berguna bagi orang lain.
4. MANFAATKAN SETIAP KESEMPATAN
Jika anda adalah orangtua bekerja, maka pintar-pintarlah mempergunakan kesempatan terbatas untuk berkomunikasi dengan anak anda seefektif mungkin. Sambil bercanda, usahakan mendapatkan pembicaaan yang ‘berisi’. Misalnya, ajaklah anak mengobrol dengan santai tentang berbagai hal ketika anda mengantar dia ke sekolah. Gunakan juga kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai positif ketika anda menemani dia menonton televise. Mengajak diskusi selalu bisa diawali dengan pertanyaan-pertanyaan yang unik danmungkin bikin dia geli. Missal.” Nak, kenapa ya manusia itu kadang-kadang sakit? Apa kuman itu juga bisa sakit ya ?”
5. SEDIAKAN WAKTU KHUSUS
Meluangkan waktu khusus untuk berdua dengan anak merupakan hal yang penting untuk menumbuhkan ikatan batin antara anda dan anak. Manfaatkan kesempatan berdua untuk memahami dan mendekatkan diri dengan anak. Anda bisa memanfaatkan waktu tersebut mulai dari saat membangunkan atau mengantarkannya tidur, bermain bersama, menonton televisi bersama, pergi bersama ke tempat-tempat menarik, dan banyak lagi. Usahakan setiap hari ada waktu khusus untuk setiap anak. Akan lebih baik jika waktu libur dimanfaatkan untuk bersama keluarga.
6. TEGAKKAN DISIPLIN
Jika anak sedari kecil dibiasakan untuk disiplin, maka dia akan menjadi pribadi yang teratur setelah dewasa. Terapkan mulai dari hal-hal yang kecil. gosok gigi, cuci kaki, merapikan tempat tidur setelah bangun pagi, sangat baik untuk membiasakan hidup mereka lebih teratur setelah dewasa. Terapkan disiplin secara konsisten. Jika anak melalaikannya, tidak ada salahnya anda memberikan sanski. Tak perlu sambil marah-marah, malah bagus jika anda dan anak melakukannya sambil tertawa. Berikan sanksi yang bersifat mendidik, misalnya menyuruhnya untuk mengerjakan tugas rumah dan perlu diingat. Jangan berikan sanksi di beberapa kelalaian pertamanya. Berikan jika anak berulang-ulang melakukan kesalahan yang sama.
7. BERILAH CONTOH YANG BAIK
Anak adalah peniru ulung, maka berhati-hatilah dalam bertingkah laku dan menjalankan kebiasaan.
Anak usia emas (0-5 Tahun) memiliki daya ingat yang sangat kuat, jadi apapun yang anda lakukan bisa menjadi modalnya dalam berprilaku di saat dewasa.
Dia belajar berprilaku melalui pengamatannya pada perilaku orang tuanya.
Maka berperilakulah yang baik dan hindarkan kata-kata kotor, karena apa yang kita ucapkan dan kita lakukan merupakan modal bagi anak kita dalam berperilaku dan berucap.
8. UNGKAPKAN KASIH SAYANG
Setiap orang tua pasti menyayangi anaknya, begitu pula sebaliknya. Namun tak jarang orang tua menganggap hal itu tak penting.
Padahal, mendapatkan kasih sayang adalah hak setiap anak. Termasuk dalam bentuk verbal. Seperti ‘ mama sayang kamu’. Ini berpengaruh sangat besar kepada anak.
Karena merasa diperhatikan dan disayang. Sehingga anak memiliki kedekatan emosi yang dalam terhadap orangtuanya anak juga memiliki perasaan yang halus, lembut dan penuh kasih sayang terhadap sesama.
Ungkapan kasih sayang dengan ucapan sayang. Belaian pelukan dan ciuman dalam setiap kesempatan.
9. KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
Komunikasikan denagn jelas dan lembut. Ketika anda memberikan perintah kepada anak.
Berikan perintah yang spesifik dengan kalimat yang jelas untuk menghindari kebingungannya.
Stop memberikan ceramah, memarahi atau mengomeli anak dengan panjang lebar apalagi dengan teriak-teriak.
Sebaliknya seringlah mengajak mereka berdiskusi. Jangan sekali-kali berbicara dengan keras dan kasar terhadap anak. Kalau anda tak ingin mereka meniru.
10. SAAT MARAH, ANAK JANGAN DIJADIKAN PELAMPIASAN
Perilaku anak kadang membuat orangtua kesal dan jengkel. Apalagi kalau pekerjaan dan kekalutan di kantor di bawa kerumah.
Jika anda mengalami hal ini, jangan sekali-kali menjadikan anak sebagai pelampiasan kekesalan.
Karena marah, anak menjadi objek omelan, luapan emosi atau bahakan sampai membuat kita tak menghiraukan dan memperhatikannya.
Saat marah, control diri memang cenderung lebih rendah tapi jangan sekali-kali melampiaskannya kepada anak. Di depan mereka, tetaplah bersikap seperti biasa.
Sempatkan waktu luang sejenak untuk berpikir dan introspeksi diri. Ambil napas panjang dan coba berpikir untuk mencari solusi terbaik bagi masalah anda.
Satu hal yang penting : orang tua yang efektif juga butuh waktu untuk dirinya sendiri.
sumber:www.pakarbayi.com Selengkapnya...







